Mencari spasi di ujung titik

Awal sebuah perlawanan
Pertama- tama Syukurku tak lepas kuhaturkan kepada pemilik semesta yang tak memiliki awal dan akhir.
Akhirnya setelah sekian lama cita- cita bisa mengisi blog pribadi bisa juga kembali terwujut, maklum kemarin bolgnya kelupaan pasword dan cara aplotnya....Aduh kenapa bisa jadi begitu gatek yah...
Spasi dalam kehidupan menjadi begitu bermakna, sama seperti barisan alfabet huruf yang membutuhkan spasi agar ia dimengerti. Deretan perjalanan hidup ini semakin begitu berat dan aku butuh spasi sejenak untuk menyimpan beragam penat yang entah berujung dimana. Logika umum masyarakat setelah SMU kuliah, menjadi sarjana menikah cepat telah menjadi mitos umum yang mesti dilakukan. Aku butuh spasi untuk sejanak berpikir dan menarik nafas untuk dapat melanjutkan alfabet hidup selanjutnya.
Thanks buat nini yang udah ajari aku mulai dari awal, kelak suatu saat kita akan bertemu kembali dalam deretan kalimat yang berbeda. Semoga....

Posting Komentar

0 Komentar