Untuk Adiku

Terima kasih atas segala kebaikan yang pernah kau simpan di tubuh yang penuh aarah ini. Pembelajaran yang kau berikan begitu berarti. Jujur apa yang adiku tersayang berikan mengigatkanku ketika pertama kali belajar mengaji, belajar mengeja huruf dengan perlahan dan kemudian menjadikannya baris sebuah kalimat dan pada akhirnya menyusun menjadi lantunan satu surah begitu seterusnya hingga aku terus mengaji. Kadang dalam mengaji banyak hal yang kita jumpai, lidah kita keluh, berat dan bosan tapi itulah belajar kita mesti memualai dengan megeja sampai akhirnya kita bisa.
Ade saat ini merupakan saat- saat berat dalam kehidupanku, sebuah masa di ujung katamu. Masa ini telah megajarkanku banyak hal ibarat satu Film scene ini merupakan bagian pertengahan dari alur kehidupan pada bagian lain. Masa ini adalah inti cerita ia berada diantara opening dan closing. Kau adalah sosok berharga dalam sebuah film atau mungkin saja setiap Film selalu menyisakan cerita kepahlawanan kau adalah pahlawan yang selalu hadir dalam setiap ritus cerita.
Ndang, menjalani hidup bukan sebuah pendakian, aku menolaknya. Karena pendakian mengantar kita pada sebuah cerita yang tak menarik kalau bukan mendaki pasti menurun, bagiku hidup adalah menyelam. Kita dipertemukan dengan beragam karang, ikan ataupun rumput laut yang tersusun dalam beragam warana, corak dan epik yang berbeda.

Posting Komentar

0 Komentar