titik menentukan 3

Sarjana, kerja dan menikah lalu mati....
itulah gambaran sebahagian besar masyarakat kita, sebuah konstruksi mapan yang begitu hegemonik dalam ribuan orang indonesia. Namun pantaskah itu disalahkan? Bagiku tidak juga, namun tidak pula untuk dibenarkan. karena segalanya memiliki ruang sendiri- sendiri atau dalam kacamata bang Ostav semuanya memiliki demensinya.
Menjadi sarjana bagi sebahagian orang adalah cita- cita, tapi bagiku biasa saja. Tak ada yang istimewa dari seorang sarjana selain mendapatkan tambahan nama dibelakangnya. Menjadi sarjana juga tak mudah karena kita menjadi bagian dari sebuah sistim kemasyaraakatan yang bersentuhan dengan beragam ruang sosial. Menjadi sarjana berarti menjadi seorang dengan independensi diri yang kuat, karena ia telah melewati badai Mahasiswa. Mahasiswa adalah ujian yang Maha dalam perjalanan ke siswaan.

Posting Komentar

0 Komentar