sebuah mimpi

Tidak terasa juli akan berlalu, agustus di depan mata kini. bulan delapan selalu identik dengan mahasiswa baru, bulan yang setiap datangnya selalu memutar ingatanku ke tiga tahun yang lalu saat pertama kali aku memasuki kampus. Tidak terasa waktu berjalan dan masa itu tidak memberi perkembangan apa-apa bagiku. Aku tidak ingin menyalahkan sistem pendidikan yang banyak diteriakkan sebagian teman, Aku tidak ingin melemparkan kesalahan pada mereka yang mengajariku, aku tidak ingin menuding mereka yang harus bertanggung jawab. masalahnya ada pada DIRIKU. Tiga tahun ternyata tidak membuatku berarti apa-apa bagi mereka yang menitip asa di pundak ini.
Tanggung jawab kini menghampiriku, tugas yang tidak mungkin kualihkan ke yang lain. Tugas yang harus kujawab sendiri, kukerja dan kuselesaikan sendiri, dan tidak mungkin kutunda lagi. Agustus ini harus dirasakan juga oleh Aco sebagai bulan yang bersejarah baginya dan bukan hanya bagiku. Mungkinkah dengan bermodal keyakinan saja aku bisa mewujudkannya? Entahlah.....aku tidak bisa jawab. Aku mau membuang takut untuk memikirkan kalau ini hanya akan menjadi harapan dan tidak menjadi nyata. Harus kutepis semua kekhawatiranku akan keterbatasan. Aku harus berani untuk bertaruh.....itu kuncinya kukira. Kalau memang hidup ini seperti meja judi maka aku tidak akan menolak untuk bermain.

Posting Komentar

0 Komentar