Pamit Pulang

Hari dan tugas bergerak lebih cepat dan ketat, kini aku sadari titik-titik menentukan mulai dilalui, menapaki satu demi satu anak tangga kehidupan yang berujung pada kematian. Maaf untuk semua, buat k Cimeng yang mesti 3 hari tidak tidur, buat bento yang kugangu, buat mas yang mesti ikut. Sekali lagi aku pamit pulang membawa seorang teman dari makassar, semoga ia tabah menjalani beberapa hari kedepan. Aku pamit untuk kembali lagi dengan kenangan setelah menghabiskan uang yang cukup banyak di kota ini, aku pamit kawan- kawan....

Posting Komentar

0 Komentar