Aristoteles di Padang Karbala.

Aristoteles di Padang Karbala.Dunia pendidikan, ekonomi,politik dan sosial Negri ini begitu
menderita, meraung dan sengsara. Tak Jauh beda dengan penderitaan
manusia-manusia yang merasakan siksa di medan karbala. Hidup dibawah
tekanan dan ketidak pastian, ancaman Invasi militer yang bisa datang
kapan saja dan yang paling penting di kurung bagai bagai domba yang
ramai namun sepi. Inilah wajah Negri kita," kalian boleh bersuara
apa saja asal tidak membuat yang lain merasa tergangu", hem..
penyakin mental abad moderen begitu terasa dalam setiap baris
kalimat para birokrat pengambil kebijakan negri ini. Bagaimana
mungkin bersuara tanpa terdengar? Nampaknya apa yang di ungkapkan
Chomsky tentang gaya deplomasi pengaburan makna semakin mendekati
kebenaranya. Posedo demokratisasi ditabur di banyak kepala dengan
dalih rasionalitas. "bersuara namun tak terdengar"!Andaikan boleh
meminta kepada Tuhan bila jenjang kenabian telah ditutup, maka
kirimkanlah kami seorang Aristoteles yang akan menjadi pegayom
kehdupan
> semesta ini. Bila dahulu Tuhan mengirimkan sang filsuf di kota
Stagira Mekadonia Tengah, maka kirimkanlah kini Aristoteles dinegri
Indonesia, agar Ia memimpin akademi Lyceum kami yang semakin hari
semakin buruk. Datanglah wahai Aristoteles, ajarai mereka mengenai
logika, agar para dosen tak mengajarkan kami secara
serampangan "bahwa plato sama dengan Aristoteles" , anehnya itu yang
diajarkan pada kami saat sedang belajar tentang karyamu di bangku
kuliah..Setelah itu didiklah para saintis negri ini menjadi manusia
yang sadar tentang keseimbangan alam yang kau teriakan. Agar negri
ini tak dipenuhi lagi para penjarah, para pengrusak dan perusahaan
multinasional yang terus mengeruk tambang-tambang negri ini dengan
alasan kesejahteraan ekonomi. Bung Aristoteles, ajari pula para
politisi negri ini untuk menghargai kaum muda, bukankah kau pernah
membuktikan dengan menjadikan anak didikmu Alexander yang muda belia
itu menjadi pemimpin besar dunia di masanya. Buka pula pikiran
> mereka kaum agamawan bahwa Filsafat dapat pula menjadi jalan
Tuhan dengan teriakanmu tentang theos yang menjadi perwujudan akhir
dari semesta. Ini penting kawan, karena banyak kaum agamawan yang
menjadikan filsafat sebagai sesuatu yang haram dan terjela. Kami
rindu muritmu seperti Ibnu Rusyid yang mampu menjadi seorang dokter
sekaligus filsuf. Aduh.. Aristoteles cepatlah datang dan bawalah
Alaxander Agung bersama pedangnya "kuliti mereka yang darahnya
banyak pil XTC"!

Posting Komentar

0 Komentar