Budak kekuasan

sekali lagi aku kalah dalam himpitan ketidak jelasan,
papa pernah bilang "koe mesti sekolah, mesti menjadi diri sendiri"itulah papa dengan mimpi dan harapanya padaku. Menjalani hidup di palu, membuatku serasa dalam dua kutup yang melelahkan, kekalahan demi kekalahan bagaikan cerita harianku. Uang dan kekuasaan bagai dua medan magnet yang begitu kuat. Tapi bukankah kemampuan bertahan adalah fitrah semesta. Aku baru sadar ungkapan seorang kawan "kita mesti memiliki ideologi sebagai spirit kehidupan kita. Sebenarnya aku bisa bertahan dengan keluar dari kota ini, namun budi begitu mahal dan harapan besar dan beberapa langkah kecil yang telah kumulai tak dapat ditarik mundur. lelah dan mesti kalah pada budak kekuasaan adalah menu hari demi hari. Jutaan kompromi membuatku seperti seorang budak, namun bertahan adalah pilihan terbaik walau berkali-kali mesti menundukan kepala!Salam anarkisme kawan!!!

Posting Komentar

0 Komentar