Tantangan atau kesialan!

Kepalaku hendak pecah dengan tak selesai-selesainya majalah ini, beragam persoalan datang silih berganti, seakan pintu keberkahan ditutup untukku. Amarahku ingin mendidih dan lagi-lagi dia yang kena imbasnya. Aku lelah Tuhan untuk menghadapi persoalan ini, namun bukankah mesti tetap berpikir positif? setiap persoalan pasti ada jalanya, aku mesti mengevaluasi diri memperbaiki sudut jiwa yang lain. Aku tak mau terjebak dengan logika hidup yang dimainkan lelaki yang banyak ku hutang budi. Namun sampai saat ini aku tak pernah merasa memiliki hutang apa-apa padanya, bukankah dia mengambil lebih banyak dariku, namun mulutku mesti bungkam untuk kesekian kalinya, menyelami makna kehidupan dengan baris-baris hidup yang entah berujung dimana? Semua orang punya persoalan ku yakin itu, namun benarkah jalan hidupku disini?bergelut dengan segala evoria yang saling tutup menutupi. Eksistensiku berkata ini tidak lebih buruk dari beberapa tahun silam. Ia tak pernah dapat memenejen dirinya, sehingga mesti jatuh berkali-kali. Tapi sekali lagi budi begitu mahal, kekasihku maaf kalau kau mesti mendapat luka berkali-kali.

Posting Komentar

0 Komentar