Pesta dan Kegelapan.

Tadi malam aku mesti mengambil foto pertemuan seorang Investor Singapura yang datang ke palu, sabagai seorang Jurnalis yang memiliki tangung jawab profesi aku mesti memaksa kedua kakiku melangkah. Lelah begitu tertanam dibenak, membuat jiwaku hendak protes. Hemmmm mimpi apalagi yang akan terjadi disana, dengan mobil kantor dan beberapa bapak-bapak rekan kerjaku berangkatlah aku menuju sumber liputan. Namun selama di perjalanan mataku menemukan sebuah realitas lain, jalan-jalan gelap lampu sekota palu mati.Hah..bagaimana mungkin kota ini berbicara tentang peradaban, hak dasar rakyat seperti listrik saja tak mampu terkelola dengan baik. sampai di acara tersebut, gemerlap makan malam begitu terasa bapak pejabat hingga walikota ada disana.Mereka semua tertawa, tersenyum semabari bergantian menyanyi. Sementara dibawah restoran mahal itu beberapa anak mesti makan tanpa cahaya.

Posting Komentar

0 Komentar