Amarah

kemarin aku meledak lagi, sepertinya ledakan kali ini adalah ledakan terbesar empat tahun terkahir.Keponakanku sayang jadi korbanya, aku memang belum pantas untuk menikah. Dia begitu marah padaku, yah ...untuk pertama kalinya. Mungkin karena om kesayangannya telah berubah menjadi begitu kerjam. Tadi berusaha membujuk dengan oleh-oleh coklat, eh dia malah marah dan menghindariku.Coklat maafku ditolah mentah-mentah, amarahku hendak keluar, tapi sekali lagi berhasil ku redam. Mungkin aku telah berubah jadi monster dalam pikirannya, tapi tak apa toh aku juga manusia. Semalam bertemu dengan rumah kenanganku, berbicara sejenak melepas rindu yang masih tersisa. Ia banyak menasehati, sesuatu yang paling ku benci. Aku bukan orang yang senang dinasehati apalagi dicampuri.Mungkin terlalu egois, tapi inilah aku dengan pikiranku. Sejumlah ambisi masih tetap berusaha di wujudkan.Beberapa resolusi bagi diri belum juga terwujud hingga akhir bulan januari 2008.
resolusi tahun ini :
1. Segera kuliah S2
2.Kursus bahasa inggris
3.Buat Buku Pribadi
Tapi ada satu yang terwujud menabung, mudah-mudahan dapat bertahan. Sudah ngak zaman menghayal dan berharap menjadi dewa, tapi sadar akan posisi sebagai rakyat. Sekali lagi maaf bagi mereka yang tersakiti.Mungkin amarah ini kulupa cantumkan di resolusi tahun ini, termasuk "M"besar yang juga takut kulalui.

Posting Komentar

0 Komentar