BBM Naik lagi....

BBM naik tinggi harga susu tak terbeli…

“Selamat pagi, selamat menikmati tarif baru kenaikan Bahan Bakar Minyak layanan pemerintah Indonesia”!
“Ya, selamat pagi juga dan selamat menikmati semoga anda puas”!, jawab saya pada salah seorang kawan di- kantor yang menyapa pagi ini.
Hemm…!!!24 Mei 2008 adalah awal yang berat bagi sebagian kalangan. Bagaimana tidak kenaikan BBM ini akan menyebabkan lonjakan harga-harga di pasaran. Beras naik, ikan naik, pupuk naik, minyak tanah naik, minyak goreng juga, ongkos angkot, harga buku pasti juga semakin naik dan kenaikan BBM juga memicu laju kenaikan Mahar! (Waduh khusus untuk Mahar ini mengancam bagi para anak muda yang belum merid )
“Bagaimana pendapatmu dengan kenaikan BBM ? timpal kawan lain yang dari tadi sibuk membuat prediksi eskalasi harga untuk sejumlah proyek”, sialan orang ini membuyarkan imajinasiku tentang program hidup yang baru pasca kenaikan BBM utamanya soal…
Yang pasti kenaikan BBM akan mempengaruhi kenaikan harga kertas Coy, ongkos transport liputan, biaya pengiriman dan sejumlah kebutuhan lainya yang akan menyebabkan berbagai hal dikantor ini diantaranya :
1.Akan ada efisiensi anggaran transport perhari
2.Jumlah eksemplar cetakan pasti berkurang karena ongkos cetak akan naik, demikian juga biaya pengiriman dari jawa, cetak foto dan sejumlah kesulitan lain.
3.Tuntutan akan kenaikan Gaji sejumlah reporter dan kru redaksi maupun pegawai Group Perusahaan semakin besar. Apalagi bagi bapak-bapak seperti pak umar, fadli, aslam, malik, aan, daus, diman dan termasuk bapak Ono sendiri yang sudah menikah dan punya anak. Para istri bisa demo kalau tidak ada kenaikan gaji, ini masalah perut kawan, anak-anak mereka bisa tidak makan kalau begitu.

Kawan itu hanya menatapku dalam, matanya mulai berkaca ada kesedihan dari sana. ”Mat coba tanya ke Bos bisa pinjam uang dulu”?
kenapa memangnya bro”?
Anak saya Diki masuk rumah sakit sejak kemarin dan saya mesti tebus obat, bensinku habis dan Alna anak keduaku ulang tahun hari ini dia minta dibelikan kue Tar!
saya terpekur melihat sosok dihadapanku, seorang sarjana Teknik Sipil yang menjadi konsultan proyek ratusan juta bahkan pernah menembus milyar mesti kesulitan uang bensin dan kebingungan mencari duit untuk membei kue Tar dihari istimewa putrinya yang hanya sekali dalam setahun.
Hemm, aku kembali terpekur dan mulai berdialog dengan diri sendiri, pada sebagian daerah yang mengantungkan dirinya pada APBD dan anggaran pemerintah kenaikan BBM juga berarti ”kiamat kecil”. Jejaring ekonomi pasti tidak akan berjalan, laju kenaikan harga bahan pokok akan disertai dengan lonjakan kemiskinan karena sumber pendapatan yang begitu kecil.
Mungkin mereka yang dapat bertahan hanya kalangan Pegawai Negri Sipil yang biasanya akan kecipratan kenaikan Gaji, nah bagaimana dengan para pedagang kios-kios kecil bila daya beli masyarakat akan melemah? para supir angkot yang akan kehilangan penumpang karena sebagian besar penumpang akan mengurangi jatah jalan-jalan dan hanya akan naik angkot untuk kebutuhan prioritas? para pedangang buku yang mesti kesulitan menjual buku karena bagi rakyat yang lapar beras lebih penting dari pada buku, para buruh bangunan yang kehilangan pekerjaan karena biasanya proyek akan terhenti dengan kenaikan Semen dan sejumlah bahan bangunan lainya. Kondisi ini diperparah dengan korupsi yang meraja lela, mereka yang bisa mendapatkan pekerjaan proyek hanya mereka yang memberikan uang pangkal terlebih dahulu, kontraktor dan pengusaha lokal punya uang dari mana ? Pasti yang akan mendapatkan pekerjaan adalah kontraktor dari luar yang bermodal besar dengan konsekuensi biasanya tidak akan mengunakan buruh lokal.
Wajah teman kecilku yang kini terbayang, Nair sang pengaduk campuran, Isyam sang penyusun bata, Mare si Ahli Konseng, wiwin yang seperti Hemen sang pengangkat Batu dan bagaimana pula Opi jagoan pemasang tehel. Masihkah mereka semua mendapatkan pekerjaan dimasa resesi ini?
Tiba-tiba saja ketakutan merasuk dalam batinku, ketika bayangan-bayangan kawanku itu berkelebat, memanjat dinding rumah seorang pejabat pada malam hari. Rumah itu mereka begitu kenal setiap sisinya sebagai bagian dari bekas karya mereka.
Betapa rapuhnya negri ini pikirku,...
”Mat, bisa tidak ”, ah suara Pak Ono mengejutkanku lagi
”Iya nanti saya sampaikan kalau bos dah datang”
_________________________________________________________Abang____________
Selamat Menikmati Kenaikan BBM, semoga Pemerintah Tidak Menipu lagi, Dan Semoga Tak adalagi Ucapan Ulama yang mengajarkan tentang Sabar disaat Ada yang Lapar. (Pagi ketika BBM naik Lagi)

Posting Komentar

0 Komentar