Cudi

Nama lengkapnya Rusdi Mastura, namun masyarakat kota palu lebih senang memangilnya kak "Cudi". Sebuah ungkapan jauh dari ruang birokrasi, patriarki kelas dan beragam penanda lainya yang membuatnya terkesan "wah"sebagai walikota palu.Menurutku sosoknya begitu paradoks, sama seperti gaya hidupnya yang nyentrik.
Mungkin tak ada yang lepas dari pretensi,demikian pula apa yang saya rasakan ketika menulis ini. Yup, mungkin saya bagian dari rakyat kota yang berhasil disihirnya. Seperti Hary Potter cudi mampu membuat orang lain terkesan, kagum,kasihan sekaligus merasa dekat dengan sosoknya. Tubuhnya hitam legam, gurat ketuaan muncul dari urat-urat wajahnya, usianya tak lagi muda mungkin sekitar 50-an tahun.Tapi badanya tegap menandakan saat masih muda dia pria yang kekar. Ya, cudi muda adalah seorang pemain Bola di era Galatama. Disaat masih belia, cudi pernah mengenyam bangku kuliah di Universitas Indonesia (UI) tapi itu tak berlangsung lama, ia keluar dan pidah kuliah di salah satu Universitas Swasta masih di jakarta namun ia kembali gagal. Cudi lebih tertarik pada pesona jalanan, kehidupan keras sebagai anak rantau yang hidup di Ibu Kota. Cudi tak berusaha mengejar gelar akademik, ia terus meyakinkan dirinya bahwa kegagalan studinya tidak akan membuatnya patah semangat, bahkan justru membuatnya yakin suatu saat tangan Tuhan akan bekerja untuknya mewujudkan cita-citanya menjadi pemimpin di kampungnya. Ia pulang dan mulai menyusun kembali kehidupannya yang diakuinya didepan umum "saya orang gagal hanya lulusan smu".Sebuah pengakuan yang begitu jarang kita temui dari bibir para pemimpin bangsa yang terus mendongkrak hidupnya dengan citra bahkan membayar konsultan media untuk mempopulerkan dan menaikan retting dirinya.
Cudi yang jujur mengakui dirinya terbatas, namun tidak dimata rakyat! Ia sosok yang cerdas, berani dan visibel.Gagasanya tentang Northen Gate Indonesia dengan menjadikan palu sebagai kota pusat pendidikan dan industri komodity kakao serta rotan dunia mulai terasa mencengangkan. Sulawesi Tengah kini menjadi eksportir kakao nomor satu di indonesia setelah pecahnya sulsel dan sulbar.Indonesia sendiri adalah nomor tiga ekport kakao dunia setelah ghana dan pantai gading. Coba dibayangkan kedepan palu akan menjadi terminanal kakao dunia melalui jalan pelabuhan lautnya. Tak hanya itu, cudi telah memprediksikan Industri akan mendekatkan jalan menuju daerah komodity maka ia membangun kawasan industri sebuah visi besar yang membumi. Sementara rotan sulawesi tengah adalah pengeksport rotan nomor 1 , hem...60 persen kebutuhan rotan diambil dari daerah ini, cudi telah membangun infrastruktur dasar menuju itu.
Dari segi penelitian, sebuah hasil mencengangkan terjadi di laboratorium kakao kota palu baru-baru ini, peneliti lab kakao Muslimin telah menghasilkan sebuah penemuan embrio genesis yakni pemurnian bibit dengan mengabil bagian embrio kakao. Hem, jujur saya tidak terlalu mengerti apa yang di maksudkan oleh pak muslimin, namun analogi menarik beliau sampaikan dengan penemuan ini. "kalau manusia kita cukup mengambil salah satu gen yang ada dalam tubuh kita lantas kita dapat menghasilkan manusia yang serupa". Saya teringat Film yang dibintangi Fandem yakni klon manusia ketika fandem menemukan dirinya yang serupa, sama dan watak bawaan yang tak jauh berbeda. itulah embrio genesis, bisa dibayangkan bagaimana kakao sulawesi tengah kedepan bila bibit-bibit kakao ini diproduksi secara masal kualitasnya akan terjamin dengan klon yang unggul dan sama. semuanya adalah etape yang disusun oleh cudi, kini si bung bermimpi lagi akan membangun one stop service edication yaitu perpustakaan 24 jam diatas bukit yang menghadap ke laut, ia memimpikan sebuah pusat studi, yang bisa diakses semua kalangan dengan fasilitas internet sebagai pendukung. Hem sebelumnya mimpi si bung sudah terwujud sebuah jembatan indah, dan moll yang asetnya di kuasai oleh pemda. Sesuatu yang begitu jarang di indonesia ketika swasta menjadi magnet bagi moll kita, tapi di palu mollnya dikuasai oleh pemerintah daerah.
Itu semua mungkin hanya target material dan kadang tak membumi, tapi si bung juga sedang membangun sebuah impian besar tentang peradaban. Ia seorang pembaca dan penghafal yang baik. Ia bercita-cita membangun kebangkitan ras melayu yang menurutnya telah dijalin masyarakat sulawesi tengah dengan malaysia yakni melalui kinibalu. Cudi membacanya di jems licolin tentang perdangan kayu gaharu antar pulau. Dia memimpikan anak negri ini memiliki peradaban yang setara dengan bangsa eropa bahkan amerika. Si bung sadar, ras kuning cina sedang bangkit dan melawan dominasi eropa.Dia ingin menyatukan ras melayu cina, malasyia dan indonesia menjadi imperium tringgel raksasa dunia. Hem..., mimpi k cudi belum usai, secara pribadi dia melawan penjajahan kultural yang selama ini di tekankan pada anak-anak negri ini.tentang hirarki kekuasaan yang selalu mengedepankan kuasa dalam dominasi kultral. Misalnya saat makan, pernah suatu saat k cudi dipersilahkan mengambil makanan duluan, sesuatu yang biasa dalam patriarki budaya masyarakat kita, si bung lantas menunjukan wajah tak senang. lantas ia berujar "Tan malaka pernah bilang, untuk menghapus feodalisme yang pertama yang mesti kita lakukan adalah menghapus struktur hirarki kelas manusia indonesia". Sebuah pemberontakan kultural kembali diteriakan.
Kini jelang tiga tahun pemerintahannya suaranya mulai parau, ia seperti sosok ikarus dalam mitologi yunani. Ikarus yang hendak terbang dengan sayap lilinya walau terjatuh dan ditertawakan tapi ikarus pernah terbang.Demikian pula k cudi, suaranya mulai parau birokrasi yang dipimpinya tak juga bergerak seperti impianya. Ia hanya bisa berujar Aku sendirian disini, tapi saya mesti terus berlari terbang mengejar mimpi-mimpi pembangunan. ia bukan sedang berputus asa, tapi ia sadar ia hanya batu pondasi atau mungkin lilin ikarus. Pada pekan-pekan terakhir k cudi kembali membuat kejutan yakni tak akan menjabat walikota kedua kalinya karena ia tak berambisi dengan kekuasaan sebuah jalan ikarus kembali diambil sang pemimpi.

Posting Komentar

1 Komentar

  1. Anonim2:53 AM

    blum ada niat utk pajang fotonya alm. mansyur semma dg biografi sperlunya?

    BalasHapus