Rendy KDI Pembawa Misi Damai




Malam beranjak larut, waktu saat itu telah menunjukan pukul setengah sebelas. Jadwa Kedatangan pesawat tersisa satu namun suasana ramai masih menyelimuti Bandara Mutiara Rabu dua April yang lalu. Ratusan orang berkumpul dengan membawa poster dan spanduk bertuliskan “Randy Duta KDI Sulteng kebanggaan kita semua”. “Lolosnya Randy menuju gerbang kampus KDI mesti diberi apresiasi karena ini berarti anak daerah kita mampu berkiprah diajang nasional”, ujar Kiki salah seorang keluarga Randy. untuk mengkordinir kedatangan para fans dan keluarga, pengumuman disebarkan bukan hanya lewat mulut ke mulut atau liflet, tim fans juga mengunakan pengumuman lewat sarana
mesjid yang ada di kelurahan nunu dan Tavanjuka. Para petugas mesjid selepas solat isya mengajak para jamaah maupun warga bersama-sama memberikan support pada randy , “anak kita akan datang malam ini, tolong partisipasi kita semua dengan datang ke bandara untuk memberikan semangat kepada Randy”, ujar kiki menirukan Imam masjid.
Tepat pukul sebelas malam deru pesawat yang membawa randy dan rombongan tiba, spanduk segera dibentangkan dan beberapa fans mulai berteriak histeris tak sabar menantikan kedatangan san Idola. Begitu pintu keluar bandara terbuka beberapa penumpang yang baru saja turun terkejut sambil mulai bertanya pada beberapa wartawan mas ini demo apa? Para wartawan yang ditanya menjawab pertayaan dengan tawa, “bukan ini fans Randy KDI asal Sulawesi tengah”, jawab Iwan dari harian mencusuar. Teriakan histeris kembali terdengar, kali ini disertai dengan teriakan yang lebih besar, Hidup Randy!, hidup rendy! elu para fans. Sorot kamera telah disiapkan para Jurnalis baik cetak maupun elektronik, beberapa diantara para Jurnalis ada yang belum pernah melihat Rendy. Yang mana rendy itu? tanya Nita jurnalis dari sebuah majalah. Tak perlu jawaban untuk pertanyaan Nita, seorang anak ABG dengan jas hitam tegah diapit petugas bandara. Senyumnya mengembang bahagia, Randy..Randy,..!suara histeris kembali terdengar. Anak dari Keluarga Sederhana Ketika keluar dari pintu masuk mata sang Idola nampak mencari sesuatu, senyum bahagia terpancar dari wajahnya. Kulit sawo matangnya tak banyak di poles seperti para artis, pakainya juga tak nampak mencolok. Kesan sederhana membuat para Fans tidak cangung untuk segera menyalami dirinya, beberapa orang tua bahkan mencium kening Randy. seorang wanita paruh baya yang di panggil Randy Ummi tak cangung untuk memeluknya, jangan lupa ummi nak yah! Iye jawab rendy polos. Sana salaman sama mama dan papamu. Rendy segera berjalan bersama ratusan masa yang terus mengapitnya menuju kursi ruang tunggu bandara.
Dihadapan seorang wanita berjilbab dan lelaki berkopiah Rendy segera bersujud dan mencium kaki keduanya. Mereka adalah orang tua Rendy, Sumardin dan Sutriani. Suasana haru segera menyelimuti para keluarga dan Fans rendy. Sang Ibu tak mampu menahan air matanya ketika menatap anak pertamanya. ”jangan sombong nak, bisik sang Ibu ditelinga Rendy.
Remaja umur tujuh belas tahun ini membalas ucapan sang ibu dengan mencium pipi perempuan yang melahirkannya dengan penuh arti. Suara teriakan kini berganti dengan tangis, sebuah episode takzim baru saja terjadi. Mama jangan banyak pikiran kan baru keluar rumah sakit, ujar rendy dengan suara tertahan. Sang Ibu memang baru keluar Rumah sakit, bahkan ketika Rendy di jakarta menjalani audisi ibunya tak bisa ikut karena harus menjalani opname jantung .

Misi Damai
Randy bukanlah anak seorang musisi terkenal, bukan pula anak pejabat daerah. Ayahnya hanya seorang petani, ibunya juga hanya seorang guru sekolah dasar. Namun itu tak menyurutkan langkahnya, berbekal kepercayaan diri Randy memulai karier musiknya dari pangung ke pangung. Beberapa pentas seni tingkat pelajar membuatnya semakin percaya diri akan bakat yang dimiliki. Saat memberikan keteragan Persnya Rendy bersamalima orang kawanya membuka jumpa pers dengan membawakan lagu KDI jadilah bintang. Setelah menyanyi Randy mengutarakan harapanya ”saya mohon doa seluruh masyarakat kota palu dan sulawesi tengah, untuk menjalani audisi selanjutnya”. tak beberapa lama cowok kelahir tahun 1990 ini mengutarakan isi hatinya. ”Mama dan papa saya adalah perpaduan dua kampung Nunu dan Tavanjuka, semoga masuknya saya ke audisi membuat dua daerah ini saling berdamai, kita adalah keluarga dan saya adalah anak dari nunu dan tavanjuka mengapa kita mesti saling bermusuhan kita saling bersaudara”!ujar Randy dengan tanggis, para fans kemudian terdiam beberapa diantara menatap Randy dengan kagum, seolah mendapatkan sebuah pencerahan baru dari sosok anak belia ini. Randy adalah satu-satunya kontestan KDI asal Sulawesi Tengah yang lolos audisi. Kedepan Randy akan berjuang ditingkat kampus KDI bersama para kontestan dari seluruh Indonesia. Menurut Randy Ia tetap optimis menuju gerbang kampus, karakter suaranya yang khas telah mendapat pujian dari Baim dan Rita Sugiarto serta beberapa Juri KDI lainya. Saat ini yang saya butuhkan adalah dukungan teman-teman semua, utamanya dukungan SMS saudaraku sulawesi tengah. Kesuksesan Randy adalah sukses bagi Nunu, Tavanjuka kota Palu bahkan Sulawesi Tengah.

Posting Komentar

0 Komentar