shoc...

tak ada lagi baris indah
tak ada lagi puja-puji bagi semesta
hati nuranu mati berkali-kali
tutup usia dengan waktu yang berlalu

Korupsi, kolusi, nepotisme adalah sekedar pemanis
pusaran itu begitu dekat dengan perut yang membesar
berisi cacing-cacing yang siap memangsa sang durjana

AKu kalah dan kalah lagi
hanya bisa mendesah dan merayakan kematian hati
dengan umpatan dan ketak berdayaan
bersengama dengan asap yang terus mengepul membakar paru-paru


kapan sang penjemput tiba
membawaku menuju stasiun akhir dengan tanah dan doa
tapi dunia mesti dilanjutkan
usiaku masih muda
belum patas mati muda...

Posting Komentar

0 Komentar