“Catatan Ramadhan Rahmat”

Ramadhan yang suci datang menghampiri, mengajakku untuk kembali merenung sekaligus menghitung segala dosa setahun ini. Ada nada getir dalam batinku, ingin rasanya berteriak “ya Allah hambamu Dzalim”. Setahun yang lalu, ketika Ramadhan datang, aku pernah mendustaimu, menistakanmu karena rutinitas kerja. Aku menafikan bulan amalmu, bulan kesabaranmu, sekaligus madrasah imanmu.

Ya Rabb, kali ini ada tekad untuk lebih baik. Ada harapan untuk mengejar ampunanmu. Kini saat ramadhan datang, aku sedang dalam masa jihad sebagai pencari ilmu. Mengenyam status sebagai mahasiswa yang dimulai dibulan sucimu. “Ya Allah, terangkanlah pikiranku, sucikanlah ilmuku, bersihkan hatiku”.

Ada begitu banyak paket doa yang hendak kukirim untukmu; Ampuni dosa kedua orang tuaku, terangkanlah mereka di kuburnya, dan hibur mereka dengan para malaikatmu. Jangan siksa mereka karena prilaku anak-anaknya, maafkan kesalahan mereka selama di dunia. Agar mereka bisa beristirahat dengan tenang.
Wahai tuhan semesta, berilah rahmat momentum ramadhan kali ini, rahmat yang sesuai namanku. Rahmat yang tulus beribadah, tanpa cela dan rasa terpaksa. Hilangkanlah segala egoku, kesombongan dan rasa banga berlebih. Agar aku dapat merasakan esensi sebagai seorang manusia.

Rabb, masih ada lagi tolonglah hamba agar mendapat kemudahan rezkimu, kelapangan kehidupan. Agar hamba belajar menjadi manusia yang pandai bersyukur bukan manusia yang selalu meragukan keadilanmu. Terakhir wahai tuhan ya maha membolak-balikan hati ; hamba ingin menjadi manusia se-utuhnya. Perkuat tekadku, untuk segera menjalankan sunnahmu dengan menikah, membangun keluarga sakinah, mawahdah wa rohma. Agar hamba terhindar dari segala dosa dan prilaku nista. Rob semoga ramadhan ini membawa rahmat.

Posting Komentar

0 Komentar