2"kabar bahagia"

kabar bahagia 1.

Ada dua kabar bahagia kuterima kemarin, kabar yang membuatku begitu senang. Seorang kakak telah sukses diterima sebagai dosen tepatnya disebuah universitas dipadang, namanya Toufan Makatutu salah seorang seniorku yang pernah menjadi teman diskusi terbaik selama ini.Aku senang mendengarkannya karena dia telah meraih apa yang dicita-citakanya.

Saya tau bagaimana pergulatan kehidupanya selama ini, kesulitan yang dirasakan dan jiwa pemberontakan yang dipeliharanya, akhirnya dia sukses menjadi "Intelektual terhormat".Terakhir saya bertemu Taufan dua bulan lalu, ketika itu kami sama-sama mendatangi sebuah acara diskusi yang teryata disponsori salah seorang kandidat walikota yang kembali menjadi walikota lagi. "Bagiku mau siapapun yang mensponsorinya tidaklah penting yang penting bisa mendapatkan ilmu Baru", kataku padanya saat wajahnya mulai tak tenang mungkin takut aku berpikir macam-macam.
Taufan merupakan salah seorang terbaik di komunikasi unhas, makanya wajar kalau dia mendapatkan kesempatan itu.

Kembali keperjalanan hidupnya, selepas kuliah di paruh 2005-2006 taufan berangkat ke Jakarta, katanya untuk mencari pengalaman hidup, memulai pengembaraan jiwanya yang haus akan tantangan. Menurut ceritanya di sebuah malam yang panjang ramadhan beberapa bulan lalu, telah berbagai pekerjaan telah dilaluinya dijakarta. Pernah menjadi marketing sebuah ekspedisi barang, staf KPI pusat hingga peneliti untuk Habibi Center dan akhirnya Taufan memilih melanjutkan studinya di Universitas Paramadina Jakarta untuk kajian Filsafat.

Saya kagum akan pencarian yang dilakukanya. Toh akhirnya ia menemukan bentuk dari harapan-harapan yang di impikan selama ini. Menemukan "kotak pandora"jiwanya yang selama ini disimpannya rapat. Taufan telah memilih sebagai sosok petarung dan kini sang kakak telah berada diarena susunguhnya, sebuah arena dan pertarungan yang ditentukannya sendiri.

Selamat menjadi dosen yang baik,

Kabar Bahagia 2

kabar kedua dari seorang kawanku yang sudah seperti saudara. Teman yang menemani masa ber-mahasiswaku, teman yang selalu setia membantu berbagai urusan-urusan pribadiku, sekaligus teman yang paling sabar menghadapi egoku. Namanya Andi Madukeleng (Akel).
Semalam dia mengirimkan sebuah SMS yang entah sudah beberapa tahun lamanya aku nantikan ; "mat saudaramu ini telah yudisium kemarin, terima kasih telah mengajarkanku tentang hidup"! Aku tersentak, tak menyangka prosesnya secepat ini. Akhirnya akel mampu membuktikan bahwa dirinya bisa menjadi seorang sarjana. Akel telah sukses menunjukan pada mereka yang selama ini pesimis akan dirinya. Mereka yang selalu hanya bisa mencela namun tak dapat memberikan bantuan langsung. Akhirnya dia bisa membuktikan layak dihargai dan pantas dipercaya sebagai seorang yang bisa berarti.
selamat wahai saudara, jalan kehidupan bermahasiswa telah kau lalui. Kini siapkan dirimu untuk merengkuh segala harapan yang telah kau pancang. Maju dan mundur adalah dua kata yang berbeda, teruslah bergerak dengan impianmu sendiri, jadilah burung yang terbang membelah angkasa dengan kebebasanya, karena sangkar emas berarti penjara.Tunjukan pada dunia bahwa kau layak menjadi sang juara seperti hari kemarin yang telah sukses kau lalui.....

selamat saudara...

Posting Komentar

0 Komentar