Dari, oleh dan untuk Golkar

Dari, oleh dan untuk Golkar

17- 19 oktober adalah momen politik yang “senyap” bagi Golkar sebagai sebuah partai politik. Manuver ekseternal tak juga kuat mempengaruhi partai yang pernah berkuasa selama 32 tahun. Rapat pimpinan Nasional ( rapimnas ) yang diharapkan mampu memutuskan keputusan politik yang dinantikan, teryata tak kunjung melahirkan konsideran kongkrit dari radikalisasi senjumlah pengurus daerah yangmendesak Golkar mesti berani kepentas pertarungan capres dan cawapres.

Golkar lebih memilih menyelesaikan dinamika politiknya dengan senyap sambil melihat keadaan, membaca peluang dan belajar memaknai sebuah keputusan politik secara lebih baik.Trauma masa lalu masih terekam dibenak elit Golkar dalam melihat perjalanan politik yang sedang berlangsung hingga 2009. Golkar belajar dari masa lalu yang pahit, kejatuhan soeharto yang ambruk juga melahirkan desakan pembubaran Golkar, rekonsiliasi yang gagal pasca akbar tanjung, tumbangnya capres/ cawapres pilihan Golkar 2004 adalah pelajaran berharga yang penting.

Elit Golkar belajar membaca keadaan dengan baik sambil mengkalkulasi kekuatan. Untungnya Golkar memiliki seorang Yusuf Kalla yang pernah menjadi pesaing Golkar pemilu 2004. Sang ketua umum tak mau terpengaruh dengan manuver politik PDIP, Jk pernah melihat Golkar dari Jendela luar pada pemilu 2004 dan tampil menjadi pemenang bukan dari mesin politik internal. Sebuah pandangan yang membuat JK mampu melihat dinamika politik secara sehat dan Objektif.

Selain itu, JK juga sadar perjalanan panjang bersama Susilo bambang Yudhoyono ( SBY) telah menelan banyak konsekuensi Logis bagi dirinya dan Golkar, lima tahun menjadi bamper dari ragam kebijakan tidak populis sang presiden membuat JK mesti mengkalkulasi jika mesti tetap berpasangan dengan bung jenderal.

Dari , Oleh dan Untuk Golkar.

Dari dinamika politik yang berkembang Golkar membutuhkan langkah taktis yang lebih kongkrit dan relatif aman dalam keputusan politiknya. Desakan sejumlah daerah pada rapimnas bulan oktober adalah sebuah sinyalemen pada garis bawah semangat memerdekakan partai dari ketidak mampuan bersikap SBY yang didukung dengan infrastruktur partai yang lemah seperti demokrat mesti diakhiri.

Tak ada jalan lain, golkar mesti menjalankan penguatan internal partai dengan membangun radikalisasi internal sembari menyiapkan mesin politik partai dengan baik. Langkah Dari, oleh dan untuk Golkar. Sikap ini, tentunya akan melahirkan sentimen ekternal dari berbagai partai politik yang ada. Rekonsiliasi kekuatan politik yang bersatu melawan Golkar, akan terbentuk. Tapi bukankah Golkar adalah partai yang memiliki jejaring politik yang cukup kuat secara nasional disetiap daerah?

Kekalahan beberapa kepala daerah dari Golkar bukan hal yang terlalu berpengaruh bagi golkar sebagai sebuah kekuatan politik. Secara ideologis mereka yang mengalahkan Golkar pada pilkada nota bene juga adalah kader yang dibesarkan oleh Golkar.

Kekalahan Golkar di Pilkada Sulsel misalnya lebih disebabkan pecahnya mesin politik yang dimiliki Golkar dan pilihan politik yang tidak dilatar belakangi kesadaran akan dinamika kemasyarakatan dan model pendekatan konstituen.Sebagai catatan dibanyak kabupaten/ kota Golkar tetap mendominasi kemenangan Pemilihan Kepala daerah.

Dari oleh dan untuk Golkar adalah jalan tengah terbaik bagi Golkar dalam mengamankan dinasti politiknya. Keragu-raguan JK dalam menyatakan diri akan maju sebagai calon presiden lebih disebabkan dua hal penting yakni menyadari posisi politik Golkar yang ada, dan kedua hambatan politik kultural JK yang non jawa.

Kedua hambatan persoalan politik yang medera JK sebagai representasi dari Golkar dapat disingkap dengan melakukan manuver internal. Memulai langkah rekonsiliasi dari tokoh Golkar dengan mengajak kader-kader terbaik Golkar untuk bersatu membangun kekuatan dan memacu radikalisasi pada tingkatan dewan pimpinan daerah untuk meraub suara besar dalam pemilu legislatif dan memenangkan kader interal Golkar yang diajukan sebagai capres dan cawapres.

Jika mesin politik internal Golkar Solit ditambah keputusan politik dengan memajukan kader-kader terbaik Golkar yang populis secara kultural maupun ideologis, golkar dapat dipastikan masih menjadi penentu penting dari dinamika politik Indonesia 2009.
Dari oleh dan Untuk Golkar adalah sikap maju yang membutuhkan keberanian dan sikap politik yang hati-hati. Beragam tawaran untuk kebijakan politik internal bagi capres dan cawapres yang diwacanakan bermunculan, baik melalui mekanisme konvensi internal, survei dan beragam saluran lain dalam merekam aspirasi yang berkembang mesti dipahami hanyalah sebagai sebuah alat dan bukanlah fainal sterategy.

Golkar membutuhkan tingkat soliditas yang tinggi, radikalisasi kader-kader Golkar didaerah adalah cercah harapan untuk menjawab sikap hati-hati elit Golkar. Memajukan kader Internal Golkar yang memiliki tingkat dukungan konstituen kultural maupun ideologis yang besar mesti direkam sebagai sebuah keuntungan tersendiri bagi partai lambang beringin.

Kemunculan Sri Sultan Hamungkubono dalam pentas politik yang mencalonkan diri sebagai capres mesti diakomodasi oleh dewan pimpinan Golkar. Sri Sultan yang populer secara kultural maupun ideologis mesti dilihat sebagai tawaran bagi kepemimpinan kolektif baru secara kebangsaan. Dikotomi antara tokoh lokal dan nasional mesti segera ditepis oleh Golkar, perjalanan perpolitikan kebangsaan dengan pemilihan langsung dan kebebasan pers telah mendorong keyakinan bahwa tokoh lokal yang populis dengan kemampuan public relasion yang baik dapat dengan mudah diterima oleh masyarakat

sebagai alternatif pilihan ditengah kejenuhan pertarungan antar elit partai politik.
Duet kultural, perpaduan pemimpin nasional dan daerah, saudagar dan raja adalah sebuah jargon politik alternatif yang penting bagi trand politik indonesia 2009. Golkar akan tampil sebagai sebuah kekuatan politik yang diperhitungkan jika sekali lagi dari, oleh dan untuk Golkar.

Posting Komentar

1 Komentar

  1. makanya jangan bunuh diri dulu bro
    sebelum menyelamatkan banyak orang
    ..ya minimal menyelamatkn yg sy ini
    haha..

    usul, gimana klo kt ganti sj negri ini mnjd Negara Kesatuan Republik Golkar

    BalasHapus