Madi yang bukan Mahdi

Madi dan bukan Mahdi adalah nama yang begitu sering kujumpai hari-hari ini. Tentu saja selain angka delapan dan sembilan. Madi dan Mahdi adalah dua hal yang sama dengan 8&9. Kalau delapan menunjukan asosiasi capaian hampir sempurna, persiapan ataupun titik menuju 9 yang merupakan eksakatisme manusia. Karena 10 bagiku secara pribadi adalah kelengkapan, kesempurnaan dari jumlah bilangan yang dikenal pada masa lalu.

Maka tak heran asosiasi sembilan pada masa lalu diposisikan dengan wujud batas nalar, misalnya saja Tuhan bersemayam dilangit kesembilan, sifat Tuhan yang 99 dan nilai tertinggi dalam angka judi kiyu-kiyu ( bahasa kaili yang menunjukan angka tertinggi) dan sejumlah kepercayaan tentang angka sembilan lainya. Sementara angka delapan adalah asosiasi yang hampir sempurna. Saat sekolah nilai 8 adalah pertanda kita bisa digolongkan sebagai siswa diatas rata-rata karena bernilai diatas 7.

kembali pada soal madi dan Mahdi. Bagi saya madi adalah 8 dan sedang menuju posisi Mahdi yang 9. Madi bagiku sosok dengan angka delapan seperti lingkaran dan garis yang saling berhubungan. Delapan membentuk kepala dan tubuh yang sama,karena kedua lingkaranya berposisi yang sama dengan besar dan luas yang serupa juga. Demikianlah madi yang hendak kuceritakan; madi yang ukuran isi kepalanya sama dengan ukuran bentukan dirinya.

Madi yang kalau kepalanya akan berkata resisten maka hal yang sama juga akan bergerak pada lingkaran tubuhnya. Gesturnya akan segera bereaksi, menunjukan kesetujuan atau penentangan. Madi yang saya kenal empat tahun lalu kini diujung tahun 2008 bukan lagi madi dengan angka delapan dia hendak menuju angka sembilan, menuju sosok juru selamat Mahdi, menghapus setengah lingkaran,dan membentuk dirinya menuju sembilan!!!

Posting Komentar

1 Komentar