istriku

istriku maaf kalau aku belum bisa memberikan kau sebuah rumah besar dengan kolam ikan kecil di halaman belakang, belum pula dapur komplit dengan peralatan seperti yang biasa dipamerkan di acara demo masak Televisi. Istriku maaf pula kita belum punya sebuah kenderaan apapun yang mengantarkanmu kemana engkau suka. Istriku rumah kita yang kini kita tinggali hanyalah peningalan dari orang tuaku, tua dan tak terawat tanpa sebuah perabot pun. Namun disana aku pernah menyaksikan mereka membangun Cinta di rumah itu, hingga akhirnya mereka dipisahkan oleh maut. Istriku di dapur kita hanya ada sebuah kompor dengan sebuah panci kecil. Di panci itu setiap hari kau ubah menjadi berbagai makanan yang membuatku selalu bangga memiliki koki hebat di rumahku, istriku tanpa kenderaan kau tetep teguh menuju pasar dengan kedua kakimu. Istriku kaulah yang terbaik di hatiku kini....

Posting Komentar

0 Komentar