“Rachel Corrie ”

Seorang gadis berusia enam tahun dengan rambut berkepang dua. Matanya biru. Ia sedang berpidato dihadapan anak-anak lainya. Rachel Corrie begitu namanya. Begini kira-kira pidatonya; “Orang-orang tanpa hak istimewa telah melakukan pembantaian kepada manusia lain di banyak belahan dunia.Untuk itu kita mesti terus bekerja untuk menghalau apa yang dilakukan mereka atas manusia lainya. Kita tidak bisa meninggalkan mereka untuk melakukan pekerjaan sendiri dan hanya bisa mengutuk, bahwa negara kita tanpa sadar memiliki keterlibatan dalam membunuh mereka. Rakyat Palestina bekerja untuk hidup mereka, kita mesti membantu dengan apa yang kita punya. Karena dengan begitu kita ikut memberikan sumbangsih bagi dunia”!

Dua puluh tahun kemudian Corrie membuktikan ucapanya. Ia menjadi sosok perempuan yang selalu berbicara tentang misi perdamian. Dibesarkan di Olympia, Washington, menghadiri Modal High School dan The Evergreen State College. Ketika kuliah, Corrie Olympia bergabung dengan Gerakan Keadilan dan Perdamaian, dan kemudian, International Solidarity Movement, atau ISM.
ISM, yang didirikan pada tahun 2001, bertujuan untuk membantu dengan protes mereka terhadap kekerasan militer Israel di Tepi Barat. organisasi ini menekan Israel dan Angkatan Pertahanan Israel (IDF) untuk menghentikan pendudukan atas tanah Palestina, dengan menggunakan sejumlah taktik perlawanan tanpa kekerasan.
Corrie bersama kawan-kawanya melanggar jam malam yang diberlakukan Israel di wilayah Palestina, memindahkan penghalang jalan yang ditempatkan oleh IDF untuk mengisolasi satu desa dari yang lain, dan memblokir kendaraan militer seperti tank dan buldozer adalah cara yang digunakan untuk memprotes pendudukan.
Rachel Corrie pergi ke Rafah di Jalur Gaza pada bulan Januari 2003. Dia merasa ngeri jumlah kerusakan dia ditemukan di sana. Rumah hancur dan orang-orang ditahan dan dibunuh setiap hari. Rachel mencatat apa yang diamati dan dirasakan dalam surat dan email ke rumah keluarganya.
Dalam satu email dia menulis, "Sekarang tentara Israel telah benar-benar menggali jalan ke Gaza, dan kedua dari pos-pos pemeriksaan utama ditutup. Ini berarti bahwa anak-anak Palestina yang ingin masuk dan mendaftar di universitas tidak bisa. Orang tidak bisa mendapatkan pekerjaan mereka dan orang-orang yang terjebak di sisi lain tidak bisa mendapatkan rumah sementara dukungan internasional tak juga kunjung datang”.
Dalam email lainya Corrie menulis ; “banyak kebaikan disini yang saya dapatkan dari warga palestina, disini mereka menghadapi azab penghancuran yang disengaja oleh orang lain bagi kehidupan mereka. Tapi mereka menghadapinya dengan manis dan mengerjakan berbagai kebaikan dalam kehidupan”.
Itulah Corrie yang akhirnya juga memilih mati muda diarena perjuangan yang diyakninya. Entah Corrie pernah tau tentang jihad atau islam. Corrie berbicara tentang iman semesta yang bernama“kemanusiaan”. Pada tanggal 16 Maret 2003 dia telah menempatkan dirinya antara buldoser Caterpillar dan rumah warga yang menjadi akhir dari hidupnya.

Corrie dan Jihad Kemanusian
Corrie yang bermata biru, dibesarkan di negara Amerika yang menjadi sekutu utama israel telah menunjukan sebuah misi suci dan jihad yang bermakna Universal. Kemanusian, keadilan dan cinta adalah sebuah iman yang setiap manusia memilikinya. Setiap orang sesunguhnya memiliki keyakinan yang sama atas prinsip dasar tersebut. Nafsu, ambisi, arogansi menjadikan manusia melupakan prinsip suci yang ada dalam diri.
Jihad kemanusian yang dilakukan corrie telah mengajarkan sebuah makna akan pengabdian bagi sesama. Bahwa sesunguhnya setiap orang terlahir untuk “berbagi”tanpa perlu mengenal batasan agama, suku wilayah atau berbagai ruang simbolistik lainya. Corrie berani mengorbankan dirinya sebagai sebuah simbol akan universalisasi kemanusian.
Sebuah kapal bantuan kemanusian bagi palestina disematkan atas namanya untuk memperingati hidupnya yang didedikasikan bagi kemanusiaan. Lembaga donor The Rachel Corrie Foundation untuk Perdamaian dan Keadilan juga telah berdiri. Beberapa seniman musik tak ketinggalan memberikan penghormatan kepada Corrie dan mengabdikanya lewat lagu mereka. Aktor Alan Rickman dan penulis Katherine Viner mengumpulkan surat Corrie, jurnal, dan email dan menjadikanya sebuah film berjudul "Nama saya Rachel Corrie".

Transformasi Kemanusian Racehel Corrie

Maraknya ajakan untuk solidaritas terhadap masyarakat Palestina tentu saja bagian dari nilai universalitas kemanusian. Karena fithrahnya itu manusia memiliki sifat dasar kesucian, yang kemudian harus dinyatakan dalam sikap-sikap yang suci dan baik kepada sesamanya. Sifat dasar kesucian itu disebut dalam islam dengan kata hanif. Sebagai makhluk yang hanif itu manusia memiliki dorongan naluri ke arah kebaikan dan kebenaran atau kesucian.
Pada dimensi ini, Rachel Corrie telah membuktikan sifat dasar kemanusiaanya sebagai sosok yang hanif dengan menggunakan nurani sebagai jalanya.Nurani sebagai sesama manusia yang merasa merupakan bagian dari mahluk semesta yang memiliki kepentingan untuk melakukan kebaikan bagi manusia lain. Rachel melakukan Transformasi kemanusian dengan menggali Pusat dorongan hanifiyah itu terdapat dalam dirinya yang paling mendalam dan paling murni, yang disebut (hati) nurani, artinya "bersifat nur atau cahaya (luminous)". Kesucian manusia dapat ditafsirkan sebagai kelanjutan perjanjian primordial antara manusia dan Tuhan dan Raehel mampu menembus lapisan tersebut dengan menunaikan jihad kemanusiaan.
Kini tujuh tahun sudah peristiwa jihad yang melepas kepergian Rachel Corrie dibawah bulldozer israel. Sifat hanif Rachel diikuti oleh sejumlah aktivis yang tergabung dalam misi kemanusiaan dan awak kapal yang diabadikan atas namanya Rachel Corrie. Tentara israel masih juga belum puas dengan menahan para aktivis tersebut di Bandar Udara Internasional Ashdod, termasuk Mairead Corrigan, peraih Nobel Perdamaian 1976. Transformasi nilai kemanusian Rachel terus kini terus hidup dibenak banyak orang. Namun akankah ada yang kembali berani menunaikan misi suci jihad kemanusian seperti yang ditunjukan Corrie ? Kita tunggu saja !

Posting Komentar

0 Komentar