sabarlah istriku

Istriku, maafkan suamimu ini yang mungkin akan membuatmu kecewa. Sekali lagi aku gagal membawa yang menjadi hakmu tepat waktunya pulang ke-rumah. Sayang ketahuilah inilah diriku apa adanya ? kali ini hanya kata 'maaf' yang bisa kuucapkan sembari berbisik "de inilah resiko kau menikah denganku!

sayangku dapat kubayangkan garis wajahmu pasti berubah namun kau istriku yang akan selalu setia mendengarkan penjelasanku, walau ku tau dalam batinmu kau layak menuntut hakmu. Tapi sayangku, tak bisa ku bayangkan seorang wanita lain yang juga seorang istri sepertimu dengan seorang anak kecil berusia empat tahun menanti di bibir pintu rumahnya menunggu kedatangan sang Ayah pulang, setelah seminggu pergi tanpa bekal apa-apa dengan berjuta harapan di penghujung Ramadhan menanti oleh-oleh lebaran.

Aku menangis membayangkanya istriku, tak bisa ku bayangkan betapa hancurnya sebuah harapan ketika harapan itu baru akan bersemi. Aku telah berjanji pada lelaki yang menjadi Ayah dan juga memiliki istri sepertimu itu untuk memberikan yang menjadi haknya tepat dimalam ini. Aku tak mau ingkar wahai istriku .

Istriku yang kusayang dan kucintai, maafkan aku yang mungkin tak pernah adil untuk dirimu dan Ali dikandunganmu. Tapi inilah aku wahai istriku, kali ini aku memohon kesabaranmu atas hakmu yang kembali lagi untuk sementara dipakai untuk menyelesaikan hak orang lain.istriku sabarlah pasti rezeki akan segera datang membalas segala kesabaranmu.....!

Posting Komentar

0 Komentar