Wake Me Up When September Ends

Summer has come and passed

The innocent can never last

wake me up when september ends



like my fathers come to pass

seven years has gone so fast

wake me up when september ends



here comes the rain again

falling from the stars

drenched in my pain again

becoming who we are



as my memory rests

but never forgets what I lost

wake me up when september ends



summer has come and passed

the innocent can never last

wake me up when september ends



ring out the bells again

like we did when spring began

wake me up when september ends



here comes the rain again

falling from the stars

drenched in my pain again

becoming who we are



as my memory rests

but never forgets what I lost

wake me up when september ends



Summer has come and passed

The innocent can never last

wake me up when september ends



like my father's come to pass

twenty years has gone so fast

wake me up when september ends

wake me up when september ends

wake me up when september ends

Green Day –



Terlalu banyak kejadian September yang bermain dikepalaku. Seperti juga kata Green Day Wake Me Up When September Ends ! Aku merenung tentang almarhum Ayah, like my fathers come to pass, seven years has gone so fast, wake me up when september ends! Tujuh tahun sudah saya menyelesaikan sekolah s1 dan s2 ini secara beruntutan menyelesaikan cita-cita itu, seperti apa yang aku bincangkan denganmu ayah. Seperti juga tentang katamu dan harapanmu untuk menjadi..ah…! summer has come and passed, the innocent can never last wake me up when september ends…Pa, musim panas itu telah berlalu dan pergi dan kini anakmu sebentar lagi akan menjadi ayah.

akhir September ini harusnya memaksaku untuk bangkit dan bangkit lagi, tapi entah kenapa saya kehabisan energy untuk itu. Oh maaf, saya tidak bermaksud menerjemahkan lagu ini… saya hanya ingin membuatnya sesuai dengan hatiku!



September selalu saja menyimpan banyak luka di kepalaku. Sewaktu kuliah dulu saya selalu ingat ada tragedy tahunan yang entah disengaja atau tidak di Universitas Hasanuddin yang bernama black September dimana mahasiswa saling melempar, berteriak bahkan saling busur ! Sekali lagi entah untuk kesombongan fakultatif, ego, atau apapun namanya, dan hari ini telah membangunkan saya saat September hampir berakhir dan saya semakin tua untuk mengenang jejak-jejak itu.



hei… here comes the rain again, falling from the stars drenched in my pain again becoming who we are…ya tepat hujan datang lagi, jatuh dari bintang-bintang itu… dan saya juga tidak tau hendak melakukan apa-apa bung, siapakah saya kini !

twenty years has gone so fast…..! ya, dua puluh tahun masa untuk sekolah, sejak aku di umur 6 tahun dan kini aku lelah, bosan dan tidak punya daya untuk bermimpi banyak hal! ring out the bells again, like we did when spring began wake me up when september ends!



Saya terbangun pada september kali ini, saat lonceng kerusuhan yang berbunyi dimana-mana, di buol Sulawesi tengah, tarakan dan Jakarta dimana kita dibangunkan akan akhir September yang penuh dengan pesimistik tentang bangsa ini! Seperti pula hitamnya 5 September 1972 ketika se kelompok teroris membantai para atlet di munchen, dan juga hal yang sama berulang pada September kali ini, ketika atas dasar fa’i banyak orang menjadi halal untuk merampok dan membunuh!

Ah……

like my father's come to pass

twenty years has gone so fast

wake me up when september ends

wake me up when september ends

wake me up when september ends

Posting Komentar

0 Komentar