Kaleidoskop 2010

Nak, setiap tahun jika tahun akan berganti aku selalu berusaha membuat resolusi dengan harapan semua yang ayahmu ini rencanakan bisa berjalan dengan baik. Namun karena terlalu asik dengan resolusi, terkadang lupa bahwa sebelum membuat resolusi maka kita harus berefleksi dulu.

Nak, tadi tak sengaja melihat status facebook dwie darmawan '30 Desember 2010' . Penanda tanggal itu menjadi seperti alaram yang mengirimkan sebuah pesan tentang dua hal yang terlupa. Niat untuk menuliskan Kaleidoskop 2010 dan resolusi 2011.Sudah beberapa hari aku meniatkan menuliskan keduanya, namun karena berbagai kesibukan yang tak terencana hampir saja aku melupakan dua hal penting ini.

Anakku Muhamad Ali Ridha, aku selalu percaya kata seorang 'guruku' hidup sedangkan direncanakan masih kacau, apalagi tidak direncanakan. Anggapalah keleidoskop ini sebagai evaluasi dari perjalanan waktu yang coba kita atur dan rencanakan dan resolusi adalah bagian dari perencanaan waktu bagi 2011 nanti.Nak aku selalu percaya bahwa waktu dan perjalanan hidup kita diikat oleh dua hal pertama, waktu yang berlangsung secara determinis dan diikat oleh garis lurus berbagai hukum causalitas dan waktu yang berlangsung acak bahkan kadang melopat dalam logika hukum kuantum.

Baiklah Anakku sayang, aku tidak akan membahas kedua teori diatas karena aku percaya mungkin saja kelak dimasamu akan banyak gugatan terhadap narasi pengetahuan yang kami pahami hari ini. Aku hanya ingin berkisah saja sesuai dengan judul tulisan ini, kaleidoskop 2010. Ada banyak kisah haru biru dalam perjalanan tahun ini yang sempat terekam dalam kepalaku:

Mie Rebus Terlezat

Nak, setelah empat bulan menikah dan tiga bulan tidak masuk kuliah maka kuputuskan untuk melanjutkan kuliah s2ku. Kata-kata ibumu menyulut semangatku lagi, seperti biasa wanita tercantik itu hanya menggucapkan beberapa kalimat pendek yang selalu saja membuatku bangkit dari segala kemalasanku. sayang bukankah kau pernah bermimpi menjadi doktor diumur 30 Tahun'. Selalu saja begitu, cukup kata kunci, maka aku tak berdaya!

Realisasi dari kalimat itu segera berwujud 10 januari 2010 dengan uang 300 ribu rupiah kami berdua memutuskan untuk berangkat menempuh jalur Palu- Makassar. 280 ribu kami pakai untuk membayar Bus Patas yang kami numpangi dan 20 ribu digunakan sebagai modal jalan. Bayangkan untuk menempuh jarak yang menghabiskan waktu satu malam dua hari yang berarti kami mesti makan sebanyak lima kali dan kami hanya punya uang 20 ribu nak. Itu berarti aku tak boleh membeli rokok, dan hanya bisa makan sekali. Setelah berpuasa 16 jam kami akhirnya singah makan juga di sebuah warung di perbatasan daerah 'pasang kayu ',cukup sepiring indomie dan satu botol air mineral'akhirnya perut kami berdua terisi pula.Itulah Indomie terlezat yang pernah aku dan Ibumu makan nak!

Arti Kemenangan

nak taukah kau arti kemenangan ? Indah sekali demikian pula aku ketika menghadapi sebuah proses yang mungkin menurutku menjadi begitu berharga memenangkan apa yang kuyakini menang. sebuah proses memperjuangkan mereka yang layak untuk memimpin kita pada tanggal empat agustus 2010.

Ibumu Gagal Menjadi Anggota KPID

Setelah kemenangan kami mesti belajar arti kekalahan ? Itulah yang kurasakan setelah ibu teryata tidak lulus seleksi Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) sulsel. Kau tau makna kekalahan bagi kami berdua nak ? Kekalahan berarti kami mesti bangkit dan bertarung lagi...manis khan ?

Akhirnya Megister Juga

Nak telalu banyak hal yang kami lalui dalam perjalanan menempuh s2 yang kulalui dengan ibumu. Hari itu di bulan Ramadhan ketika ayahmu ini berdiri mempertahankan thesisnya yang berjudul "Revolusi Jejaring Sosial" didepan dua profesor dan tiga doktor segala kelelahan itu selesai sudah, resolusi besar 2009 untuk mendapatkan gelar megister di usia 26 bisa kuraih. Ufffff Rahmad M.Arsyad S.sos, M.ikom bersandang juga.

Terusir dari Kontrakan

Nak kami pernah terusir dari kontrakan rumah kertas kami (baca rumah kertas) yang membuatku begitu cemas saat itu ibu sedang mengandungmu sembilan bulan. Hampir semua perumahan di makassar aku jelajahi untuk mencari tempat berteduh buatmu dan ibumu. Tapi Allah selalu bekerja dengan tangannya yang miseterius, akhirnya setelah mendekati hari barang-barang kami akan dibuang keluar rumah oleh sang pemilik , akhirnya kami dapatkan juga di Griya Mulya Asri tempatmu tidur saat ini...

Aku dilantik

Nak beberapa minggu sebelum kelahiranmu, Allah setelah memberikan ujian atas terusirnya kami dari kontrakan dia kembali memberikan nikmat bagi keluarga kecil kita dengan dilantiknya ayahmu menjadi pejabat kecil dari sebuah kota kecil. Tapi itulah Nikmat Tuhan Nak, setelah penderitaan ada saja rezki yang akan diberikanya...


Kelahiranmu

nak tak ada keajabian yang lebih luar biasa selain kehadiranmu (baca Nadhiyin Ali).


Catatan....

itulah penggalan beberapa hari yang kami lalui selama 2010,satu resolusi 2009 yang belum sempat kulaksanakan dari lima resolusi adalah :

MENERBITKAN BUKU KARYAKU ( sebenarnya sudah pernah kontak dengan penerbit dan sudah tahap fainalisasi namun sang penerbit teryata memiliki masalah finansial hahahhaha penerbit meragukan...)

Resolusi 2010 yang lalu yang sudah selesai :

* Memperbanyak menulis di Media (Syukur pada Allah beberapa tulisanku akhirnya diterbitkan di beberapa media di Sulsel)
* Menyelesaikan Megister ( akhirnya)
* Memiliki anak (ali kau terencana nak ...hehehe)
* Memiliki Tabungan Pribadi ( hemmm adalah tapi dikit hehehehehe)

Posting Komentar

1 Komentar