Surat untuk Sang Nabi

Renungan Bung Rusdy ……
Surat Untuk Sang Nabi….
Wahai Nabi akhir zaman.Engkau yang segala kemuliaan disatukan pada dirimu.Sosok agung yang menjadi tauladan sepanjang masa, ingin rasanya untuk melihat dirimu, duduk bersila diantara para sahabatmu mendapatkan cahaya pengetahuanmu. Merasapi arti kesederhanaan hidupmu.Belajar mencintai keluarga sepertimu.
Ya, Nabi Mulia betapa jauh jarakmu dan jarakku, sejauh jarak cahaya atas bumi. Betapa kami manusia zaman ini yang selalu berbicara tentang islam tak pernah benar-benar mengerti arti islam yang kau bawa. Betapa kami semakin kehilangan kepekaan, cinta dan kepedulian, betapa kami telah melupakan Tauhid yang benar. Kami telah mengganti Tauhid kami bukan lagi kepada zat Allah. Tauhid kami adalah uang dan kekuasaan.
Wahai sang Nabi, Muhamad Al-Mustafa aku bersalawat kepadamu, memuliakan keluarga dan sahabat setiamu. Ya, Rasullulah ingin aku bertanya kepadamu bagaimana caranya kau menjadi pemimpin ditengah umatmu yang jahiliyah itu ?menghapuskan sejarah penyembahan berhala yang dipimpin Amr bin Luhay Al-Khuza’iy. Ia yang meletakkan berhala di dalam Ka’bah dan menyeru penduduk Makkah utuk menjadikan sebagai sekutu bagi Allah. Aku pernah membaca Akibat perbuataan amar masyarakat Hijaz Makkah dan Madinah kemudian menjadikan Tuhan-Tuhan berhala disetiap kabilah. Maka muncullah Tuhan yang bernama Latta dan Uzza. Maka semenjak itu umat kakekmu Ibrahim, melupakan Allah yang satu dan agama yang satu. Bagaimana caranya Ya Rasull? mengubah keadaan itu dan membawanya kepada monoteisme tanpa darah dan kekerasan ? Apa yang kau serukan wahai Nabi ? Andainya kau masih hidup, ingin rasanya aku memintamu datang ke negeriku menjelaskan kepada mereka yang atas nama tentara Allah memperjuangkan agama dengan cara tercela dan Jahiliyah. Mereka tidak melawan para penyembah berhala, mereka berseteru sesama muslim karena ijtihad yang berbeda.
Wahai Ayah Fatimmah Azzahrah yang mulia. Apa yang kau buat sehingga para wanita kembali kemuliaanya yang sebelumnya sudah menjadi hal yg biasa seorang anak menikahi bekas istri ayahnya degan mahar semaunya. Jika perempuan itu tidak mau maka para laki-laki jahiliyah itu akan memaksa para wanita untuk menikah degan siapa yg diizinkan olehnya. Sehingga dalam banyak hal wanita terdzalimi. Sampai yang tidak berdosapun merasakan kedzaliman itu, yaitu bayi-bayi wanita yg ditanam hidup-hidup karena takut miskin dan hina.
Ya Nabi, bagaimana pula caramu mengubah penindasan para budak dimasa itu? Mereka yang dirampas hak-haknya oleh para tuanya. Para budak itu hidup mati bergantung kepada sikap dan ucapan majikannya. Bagaimana kau menghapuskan watak Firaun dalam diri masyarakat jahiliyah itu yang menjadikan budak-budak mereka seperti binatang, bahkan mungkin lebih rendah dari binatang. Mereka digelari sebagai hamba sahaya sesuatu yang cenderung merendahkan. Manusia-manusia yang disebut budak itu diperjual belikan sesuai kemauan manusia lain yang memiliki uang dan kekuasaan.Wahai sang pencerah ingin rasanya aku bercerita kepadamu tentang kondisi negeriku yang sampai saat ini masih terjebak jual beli Tenaga Kerja yang harusnya bisa professional, namun diperlakukan ibarat budak di negeri orang. Penyiksaan seperti sebelum kedatanganmu masih pula kami saksikan, ada wajahnya yang disayat, dibakar atau diperkosa! Ya, Nabi..aku tak habis pikir bagaimana itu bisa terjadi sementara kau ribuaan Tahun yang lalu sudah menyerukan Ayat Allah : “Dan budak-budak yang kamu miliki yang menginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka, jika kamu mengetahui ada kelebihan para mereka, dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta yang telah dikaruniakan ALLAH kepadamu.” (QS an-Nur(24):33).
Rasull bukankah kau telah mencontohkan bahwa sesama manusia adalah setara sekalipun berhadapan dengan budak.Bukakah kau telah mengahapuskan rasisme dan sikap feodalisme itu dengan persahabatanmu dengan seorang budak Bilal bin Rabah.
Aku pernah menyimak bilal sejak kecil dipanggil dengan sebutan ibnus-Sauda’ (putra wanita hitam)kemudian menjadi budak milik keluarga bani Abduddar. Saat ayahnya mereka meinggal, Bilal diwariskan kepada Umayyah bin Khalaf, seorang tokoh penting kaum kafir.Betapa rendahnya nilai bilal saat itu tapi kau dengan kasihmu mengubah bilal menjadi tokoh penting agama yang kau bawa. Sahabatmu Bilal yang mulia tak pernah rela melepaskan keyakinan yang kau ajarkan kepadanya. Ia berTauhid dengan sepenuhnya walau siksa mesti diterima. Termasuk ketika orang-orang Quraisy itu menyiksa dirinya dengan memakaikan baju besi dibawah sengatan matahari, mencambuk tubuhnya demi satu tujuan agar Bilal Mencacimu wahai Muhamad.Tapi Bilal yang cintanya padamu begitu besar tak lagi merasakan siksa apapun. Baginya, penderitaan itu masih terasa terlalu ringan jika dibandingkan dengan kecintaannya kepada Allah dan perjuangan dibawah didikanmu.Mereka menghantam punggung telanjang Bilal dengan cambuk, namun Bilal hanya berkata, “Ahad, Ahad … (Allah Maha Esa).” Mereka menindih dada telanjang Bilal dengan batu besar yang panas, Bilal pun hanya berkata, “Ahad, Ahad ….“ Mereka semakin meningkatkan penyiksaannya, namun Bilal tetap mengatakan, “Ahad, Ahad….”Muhamad Rasullulah…
Mereka memaksa Bilal agar memuji Latta dan ‘Uzza, tapi Bilal justru memuji nama Allah dan Rasul-Nya. Mereka terus memaksanya, “Ikutilah yang kami katakan!” Bilal menjawab, “Lidahku tidak bisa mengatakannya.” Jawaban ini membuat siksaan mereka semakin hebat dan keras. Apabila merasa lelah dan bosan menyiksa, para tiran dibawah komando Umayyah bin Khalaf, mengikat leher Bilal dengan tali yang kasar lalu menyerahkannya kepada sejumlah orang tak berbudi dan anak-anak agar menariknya di jalanan dan menyeretnya di sepanjang Abthah Mekah. Sementara itu, Bilal menikmati siksaan yang diterimanya karena membela ajaran Allah dan Rasul-Nya. Ia terus mengumandangkan pernyataan agungnya, “Ahad…, Ahad…, Ahad…, Ahad….” Ia terus mengulang-ulangnya tanpa merasa bosan dan lelah.Inilah bukti Cinta Wahai Muhamad, cinta seorang sahabat bagi sahabatnya yang lain, cinta seorang murid pada gurunya, cinta seorang rakyat pada pimpinanya. Didikan apakah yang kau lakukan ya Rasull ? sementara dinegeri kami, begitu banyak sahabat yang menipu sahabatnya, begitu banyak bawahan yang tunduk didepan atasanya namun mencaci maki dibelakang mereka !duhai kau utusan Allah, bagaimana caranya menjadi pemimpin yang begitu dicintai sepertimu, seperti cinta bilal yang mustadafin kepadamu dan ajaranmu ? Cinta apakah ini Ya Nabi ?Sementara aku wahai Muhamad belum dapat menjangkau seorang bilal pun.
Wahai Nabi, Aku disini, di negeriku yang bernama Indonesia yang jaraknya ribuan kilo dari negeri yang kau diturunkan dan entah berapa ratus kilo dari kota kau dilahirkan hanya bisa merenung tentang sebuah peradaban yang kau bangun dahulu.12 Rabiul Awal Tahun Gajah atau tanggal 20 April 571 M adalah tanggal yang disepakati para ulama akan kelahiranmu,Aku pernah berkunjung ke-kotamu,melakukan napak Tilas perjalananmu dan datukmu Ibrahim dan ismail, semuanya membuatku tersadar bahwa dirimu adalah pribadi luar biasa yang Maha Agung. Negerimu begitu tandus. dikelilingi gurun-gurun pasir dan pegunungan batu yang keras membuatku merenung. Betapa dari tempat itu sebuah peradaban besar dunia kau bangun, peradaban yang kau mulai dari madinah.Sementara negeriku yang samudranya kaya raya, tanahnya subur dan rakyatnya begitu banyak menganut spirit agama yang kau bawa belum juga dapat mengikuti jejak langkahmu. Kami belum bisa sepertimu ya Nabi. Kau dan para keluarga dan sahabatmu yang jumlahnya belasan kini telah membuat agama ini diikuti oleh dua milyar orang yang tersebar keseluruh penjuru dunia.
Duhai Al-mustafa, aku disini hanya bisa melihat dirimu dalam teropong masa yang panjang. Kau adalah pemimpin sejati sementara aku hanyalah seorang pemimpin disebuah kota kecil yang bernama Palu sebuah propinsi di Sulawesi Tengah Indonesia. Menjadi walikota tak pernah ada dalam bayangan diriku yang jauh dari bangku akademik.Tapi aku percaya segalanya tidak ditentukan oleh gelar yang kita bawa, pendidikan yang aku lalui, adalah jalanan kehidupan. Tapi bukankah kau juga seorang yang tidak bisa baca tulis ya Rasull ? Bukankah ketika jibril datang menghampirimu dan memaksamu untuk membaca kau berkata lirih “Aku tak bisa membaca”, katamu memohon kepada Jibril.
Wahai Nabi yang dalam dirimu terdapat pribadi mulia,betapa kau adalah seorang yang senantiasa menyediakan waktu untuk menyepi, bertanya kepada dirimu dan mencari wajah Tuhan. Bukankah gua di gunung Hira di luar kota Mekah itu menjadi tempat terbaik bagi dirimu untuk melakukan perenungan menemukan arti kesepian,kesedihan bahkan penderitaan. Wahai suami khadijah aku sering melakukan penyepian di Gunung-gunung kotaku, menemukan makna kesendirian dan mencari wajah dirimu dalam kesepian itu.Aku merenungi sebuah penggalan ayat yang membahagiakan diriku dalam penyepian itu, wa laqad yassarnal quran lidzikri fahal mim mudzakkir"
" dan sungguh telah Kami mudahkan Quran bagi orang yang suka mengingat Tujan (belajar),maka manakah orang orang yang mau mengambil pelajaran?" Ya, Rasull betapa kami senantiasa ingakar untuk belajar dari ayat-ayat Allah!

bersambung....

Posting Komentar

0 Komentar