Para Ayah dan Impian Imperium

Apa yang menjadi motif abadi di balik sebuah kekuasaan? Jawabanya hanya satu, Imperium. Pada seluruh aspek kehidupan manusia, ketika kekuasaan telah diraih,maka menjadi kemestian penaklukan dilakukan dan bendera imperium dipancangkan.

Dalam berbagai penjelasan ilmiah Imperium mengacu pada sekelompok negara dan kelompok etnik yang menempati wilayah geografis sangat luas, yang dipimpin atau dikuasai oleh satu kekuatan politik. Imperium yang dipimpin oleh seorang kaisar disebut sebagai kekaisaran. Kata ini berasal dari bahasa Latin. Dalam bahasa Latin sendiri, kaisar(dari bahasa Yunani: kaisar dan dipakai luas dalam bahasa Jerman sebagai Kaiser) disebut imperator.

Mimpi untuk menjadi Imperatorlah yang kini melanda seluruh sendi kehidupan kita. Banyak yang berujar kita sedang berada disebuah arena pertaruangan politik dinasti yang terus mereproduksi dirinya. Pada sisi bisnis reinkarnasi juga terjadi, pada sisi kebudayaan bahkan legitimasi para santis juga membangun imperium pemikiranya.

Imperium adalah motif abadi yang masih melekat dalam alam berpikir kita. Seorang ayah yang pengguasa akan mewariskan imperiumnya bagi anaknya, seorang pebisnis sukses juga akan mewarisi kerajaan bisnisnya, seorang guru besar akan berusaha mewarisi imperium pengetahuanya. Mungkin itulah hukum sejarah, hukum dimana kekuasaan seantiasa membutuhkan ketunggalanya.

Seorang Alexander Agung adalah contoh sempurna dari hasrat imperium yang dititipkan ayahnya Raja Makedonia, Fillipus II. Sejak Ketika kecil, ia menyaksikan bagaimana ayahnya memperkuat pasukan Makedonia dan memenangkan berbagai pertempuran di wilayah Balkan.
Selanjutnya setelah memerintah selama 13 tahun, semasa kepemimpinannya Alaxander mampu membangun sebuah imperium yang lebih besar dari setiap imperium yang pernah ada sebelumnya. Pada saat ia meninggal, luas wilayah yang diperintah Alexander berukuran 50 kali lebih besar daripada yang diwariskan kepadanya serta mencakup tiga benua (Eropa, Afrika, dan Asia).

Gelar The Great atau Agung di belakang namanya diberikan karena kehebatannya sebagai seorang raja dan pemimpin perang lain serta keberhasilanya menaklukkan wilayah yang sangat luas hanya dalam waktu 10 tahun.

Dalam dunia moderen Imperium dalam wujud kekuasaan atas bisnis juga dapat kita lihat dalam sosok Li Ka-Shing (79) sebagai orang kesembilan terkaya di dunia dengan harta senilai USD32 miliar atau setara Rp302 triliun.Tidak terbantahkan lagi, kekayaannya tersebut menahbiskan Li sebagai orang paling kaya di Hong Kong. Dialah raja di antara sekitar 40 konglomerat di kota bekas koloni Inggris itu.

Sebagai orang terkaya, sudah pasti pengaruh Li begitu mengakar di Hong Kong. Li mengaku tidak terbiasa menghabiskan waktu seharian tanpa memperkaya keluarganya yang kini menjalankan perusahaan properti, energi, telekomunikasi, dan bisnis ritel.Anak-anak Li kini mewarisi imperium Li yang semakin hari semakin luas. Di indonesia siapa yang tidak kenal Imperium Bakrie.Sepeninggal Achmad Bakrie pada 1988, imperium bisnis yang di-rintis pada 1942 ini beralih ke tangan anak-anaknya.

Si sulung, Aburizal Bakrie, memegang kendali utama lewat PT Bakrie Investindo, payung perusahaan-perusahaan yang mayoritas sahamnya dikuasai keluarga. Sedangkan dua adiknya, Nirwan Bakrie dan Indra Bakrie, menakhodai PT Bakrie Capi-tal Indonesia dan PT Bakrie & Bro-thers (B&B). Total kekayaan abu rizal pada tahun 2007 US$ 5,4 miliar dengan kerajaan bisnis yang menggurita diberbagai bidang.

Para Ayah dan Impian Imperium
Salahkah ketika setiap Ayah memimpikan mendirikan imperium bagi anak-anak mereka? Bagi saya jawabanya, tidak! Tak ada yang salah dari motif imperium, karena pada dasarnya imperium dibutuhkan untuk memperpanjang sejarah peradaban. Imperium dan semua dinamika kekuasaan adalah hal yang selalu menarik untuk dikaji, dilihat dan bisa jadi memotivasi untuk membangkitkan sprit zaman.
Imperium membuat dunia menjadi bergairah. Imperium tidak selamanya akan berubah menjadi imperalisme karena sejarah penaklukan bukan hanya berarti penjajahan bisa jadi sejarah penaklukan akan melahirkan para pemimpi yang akan memulai pertaruangan membangun imperium baru melawan imperium sebelumnya. Sejarah imperium adalah sejarah panjang yang membuat dunia semakin bermakna, selama imperium dibangun secara konsisten bukan soal apakah imperium bermotif baik atau jahat yang terpenting apakah imperium itu bisa bertahan panjang atau tidak....

Posting Komentar

0 Komentar