'kaynat'

Nak, aku disini bersamamu. Menatap lekat gerakmu dan tawamu. Semalam setelah tiba dari kota angkuh itu,sesaat setelah pintu rumah kontrakan kita dibuka oleh ibumu, wajahku dan wajahmu saling bertatap.Tak beberapa detik tawa lepas kau berikan kepadaku, manis sungguh manis sekali! Tawa yang menampakan empat gigi susumu. Lelahku berbulan-bulan usai sudah detik itu.

Padahal sepanjang perjalanan dari bandara menuju rumah, tak henti-hentinya diriku diliputi rasa khawatir bagaimana jika kau tidak mengenaliku lagi ? Bagaimana jika beberapa bulan kita tak bertemu kau kemudian acuh tak acuh padaku? tapi setelah tawamu, seketika rasa khwatir itu sirna,seketika aku sadar bahwa kau dan aku saling terhubung oleh sebuah ikatan batin misterius.

Mungkin inilah yang dikatakan almarhum ibuku dahulu'seorang anak dan orang tuanya mereka saling terhubung' .hari ini aku percaya pada ajaranmu itu ma, bahwa sebenarnya aku dan anaku saling terhubung kami selalu dapat saling merasa jika sesuatu terjadi.

Nak, kata ibumu khusus malam tadi kau mengubah jadwal tidurmu sepertinya kau tau bahwa aku akan datang. Tentu saja benar saja, saat aku tiba tawamu sudah menjumpaiku dibibir pintu. Nak, entah sampai kapan kita selalu akan berjarak, terpisah ruang aku juga tak paham tentang rencana Tuhan akan keluarga kita. Tapi sebagai manusia aku sebenarnya selalu berharap agar kau selalu berada disisiku, bermain dan tertawa sepanjang malam dan mengeja namanku dengan sebutan pa'.

Ali Ridha,tapi inilah hidup kita. Hidup yang berjarak tapi kini aku sudah mempelajari satu hal bahwa jarak tak akan mampu memisahkan 'sebuah hubungan batin'orang tua dan anaknya. Kita saling terhubung ada ataupun tanpa berbagai jejaring sosial,pesan kotak BB ataupun jaringan telepon. Kita terhubung oleh sesuatu yang mungkin kesebut 'kaynat (kontak ayah anak)yang tak butuh tower penguat,jaringan wifi ataupun Bis BlacBerry kini bisa saling terhubung,tak peduli jarak dan waktu. karena kita adalah satu.I love my son...

Posting Komentar

0 Komentar