Cinta yang Meronakan dan Menghancurkan

Apa itu cinta ? tanyaku pada sang guru, dia hanya tertawa sambil menghisap batangan rokok kreteknya dalam-dalam, lalu mengeluarkan asap tebal tanpa suara.Berbeda dengan corong asap PLN yang setiap hari bersuara bising dengan asap hitam yang selalu kusaksikan dari jendela kantorku.Hanya desahan nafas halus yang keluar dari mulutnya, disertai kabut-kabut asap tipis yang menggelembung diudara berlalu tak berjejak. Cinta itu kasih, kasih itu rasa, rasa itu sayang, sayang itu Tuhan. Selalu saja seperti itu jawaban yang diberikanya, kalimatnya tertata rapi tapi memiliki jutaan makna. Otakku berputar mencari jawaban yang diberikanya bagaimana mungkin kasih, rasa dan sayang adalah Tuhan bukanya hal tersebut hanyalah milik manusia? Kali ini matanya menatapku lebih lekat lalu ia mulai melanjutkan pembicaraanya. Sebagai seorang muslim apa yang dianjurkan untuk kita baca ketika hendak memulai mengerjakan sesuatu? Dengan nama Tuhan yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, bukan begitu adinda? Ya, Jawabku langsung. Lantas apakah kasih dan sayang itu bukan wujud Tuhan? Benar Jawabku lagi-lagi hanya dengan kalimat pendek, sambil menanti kelimat selanjutnya. Lalu segalanya hening sejenak, tanpa suara tanpa sela. Tak beberapa lama diantara tarikan nafas dan kreteknya kesekian kali, Ia kemudian melanjutkan. 'Cinta itulah yang menjadi pengerak utama dalam kehidupan manusia,kita bekerja siang dan malam sebagai refleksi dari kecintaan kita kepada keluarga agar mereka bisa tercukupi kebutuhanya, sebagai wujud dari kasih kita agar dapat berbagi bagi sesama itulah cinta'!sepasang suami istri yang saling mencintai mereka akan saling menjaga, merawat dan melindungi namun ketika terjadi sesutu yang dianggap menyakitkan hati mereka maka cinta akan berubah tidak lagi meronakan tapi akan menghancurkan. Adinda coba baca kisah hero semesta, karena cinta banyak peperangan dimuka bumi terjadi, banyak darah dan nyawa yang jatuh banyak dendam yang kemudian terwariskan semuanya karena cinta'. aku terpekur akan barisan kalimatnya, lantas kemudian melanjutkan pertanyaan yang entah darimana datangnya. Kalau seperti itu, apakah amarah dan penghancuran juga milik Tuhan ? Kali ini sang Guru tertawa panjang sambil bergerak merapikan posisi duduknya. Apakah adinda sadar bahwa Tuhan Maha Pencemburu dan Tuhan Juga Maha Menghancurkan? apakah itu tidak bertentangan dengan Maha Kasinya Ia dan Maha Penyayangnya Dia? Hahahaa, kembali lagi tawa yang keluar dari mulutnya atas cercaan pertanyaanku. Adinda harus memahami bahwa sifat cemburu, sifat pemarah dan sifat penghancur hanyalah Otoritas Tuhan, jika ini juga kita ambil dan ada dalam pribadi kita apakah kita ingin menguasai otoritas yang harusnya hanya Milik Tuhan ? semuanya berawal dari 'Rasa'lanjutnya tanpa kali ini memberikan kesempatan bagiku melanjutkan kalimat yang mengantung di tenggorokan. Rasa Memiliki adalah sumber cemburu, rasa dihianati adalah awal dari keinginan menghancurkan, 'rasa bersalah' adalah awal dari penyesalan diri. Itulah cinta, Tuhan dan Rasa yang meronakan dan menghancurkan! lantas apa itu cinta dan Tuhan? aku hanya bisa berkata Kasih dan Sayang!

Posting Komentar

0 Komentar