Manusia-Manusia jawa!

 
Ini tanah jawa, tempat jutaan manusia saling berebut hidup di kolong langit Tuhan yang penuh misteri. Mereka tak saling berdesakan, sesak dan penuh amarah, tidak pula berjarak seperti manusia-manusia Batavia yang fungsional dan modern.

Keteguhan mereka jauh dari 'prinsip' lelaki matahari yang polos dan panas seperti di Tanah bugis. Mereka adalah perlambang dari kelembutan tapi memendam. Manusia-manusia ditanah ini, ibarat lumpur hidup yang diatasnya terlihat tenang tapi mampu menelan dalam waktu yang cepat.

Ini tanah jawa, tanah dimana ego disembunyikan dalam ratusan frasa kelembutan 'kamuflatif dan kalkulatif'. Beberapa bulan sudah aku menyusurinya, mengunjungi negeri-negeri dalam fantasi masa kecilku yang dibentuk dalam layar kaca TVRI. Mereka persis seperti bayanganku, bayangan yang dibangun oleh Soeharto dimasa lalu; pekerja, mudah menerima nasip, namun menyembunyikan badai dalam batinya. Sungguh paradoksal!

Mereka jauh dari keterus terangan, kepolosan apalagi kejujuran. Tapi mereka punya kesabaran, kesederhanaan dan cita rasa seni yang baik. Manusia-manusia inilah yang membentuk citra negeri-negeri jawa dan indonesia pada masa lalu. Citra yang membuat para pelancong manyatakan manusia-manusia indonesia adalah sosok yang ramah dan baik hati! Padahal semuanya hanya imaji para pelancong,  atau bisa jadi aku yang salah mendefinisikan mereka karena maaf 'aku bukan manusia jawa'!


Posting Komentar

1 Komentar