Membedah ; Jalan Sunyi Das Kapital yang Mengubah Dunia...


Buku Das Kapital : Kisah yang Mengubah dunia
Membincangkan sebuah karya dan latar belakang dibalik kelahiran karya bukanlah hal yang gampang. Apalagi melakukan penelusuran kehidupan personal sang penulis saat melahirkan karyanya? Tentu saja kita mesti menembus lapis demi lapis fragmen sosial yang sedang terjadi, melakukan penelusuran akan berbagai fakta sejarah dan terkadang mesti melompat kedalam 'kamar pribadi' kedirian yang tak bisa terjangkau hanya oleh fakta sosiologis.

Tapi itulah sebuah buku'pergulatan antara personalitas dan berbagai kondisi sosiologis yang sedang berlaku'. Karena hal tersebutlah, mengapa kita dihimbau untuk tidak sekedar membaca teks tapi mesti mendalami konteks. 

Adalah Francis Wheen seorang jurnalis berkebangsaan inggris yang mampu mendedahkan segala yang 'sosial dan pribadi' dibalik sebuah karya dengan baik. Apalagi yang dibedahnya bukan karya biasa, tapi sebuah 'Maha Karya' oleh tokoh dunia dua abad lalu 'Karl Marx'!

Buku yang berjudul asli 'Marx's Das Kapital; Abiography merupakan bagian dari seri 'Books That Shook The Word' terbit ditahun 2006 dan kemudian diterjemahkan kembali oleh Ronny Agustinus dengan Penerbit Marjiin Kiri pada januari 2012 dengan judul 'Das Kapital; Kisah Sebuah Buku yang Mengubah Dunia'.
Francis Wheen
Dari buku setebal 138 halaman ini, kita diantarkan memasuki babak demi babak perjalanan kehidupan seorang Karl Marx dan kelahiran Das Kapital lengkap dengan pembedahan kandungan didalam karya fenomenal tersebut. Terbagi atas tiga bab yakni kandungan, kelahiran, dan kesudahanya, karya ini mengajak kita melakukan napak tilas kehidupan Marx dan pergulatan kehidupan personal dan setting sosial di era antara abad 18-19. Ketika Marx berusia 24 tahun hingga terbitnya Das Kapital jilid pertama yang merupakan satu-satunya yang dapat terbit selama masa hayatnya. Karena Jilid-Jilid selanjutnya sebagaimana kita ketahui bersama disusun, oleh orang lain sesudah Marx Wafat yang didasarkan catatan dan rancangan-rancangan tulisan yang ditemukan diruang kerjanya.

Karl Marx
'Marx memang berakhir dengan ujung yang terbuka dan 'oleh karena itu sama uletnya dengan sistim kapitalisme yang hendak dibunuhnya'. Pergulatan akan masa kecil Marx bersama 'ayahnya' 'Heinrich Marx' adalah bagian yang juga begitu sayang untuk dilewatkan dalam buku ini, karena disinilah jendela awal aneksasi Marx yang kemudian hari begitu mempengaruhi kehidupan intelektualnya baik sebagai seorang Ilmuwan Hukum, pakar filsafat, ahli politik-ekonomi sampai sebagai seorang jurnalis ataupun sastrawan, yang kemudian hari oleh sahabatnya friedrich Engels mendeskiripsikanya; 'saya sama sekali tidak mengerti bagaimana seorang bisa iri pada jenius (Marx) sehingga kita yang mengenalnya tahu bahwa Ia memang tak terjangkau'.
Buku; Das Kapital




Mungkin kutipan Engels tersebutlah yang paling penting bagi kita yang mencoba membaca 'Das Kapital' kesadaran bahwa untuk menjangkau Marx kita mesti lebih sabar karena Marx dan Das Kapital bukanlah hal yang sifatnya 'entrophy' tapi 'negenthorpy'sebagaimana Kapatalisme itu sendiri ...

Bandung, unpad 26 Mei 2012

Posting Komentar

0 Komentar