'Warisanmu adalah Buku'

Nak, kelak ketika kau dewasa mungkin aku tak banyak meningalkan harta. Warisan terbesarmu  hanya koleksi buku milikku yang jumlahnya baru berkisar tiga ribu lebih saat ini. Serta karya sepesial untukmu yang sampai tulisan ini  aku buat baru dua buah karya milikku sendiri.

Ali putraku, kelak ketika di zamanmu buku-buku itu mungkin tak lagi penting bagimu. Tapi itulah harta terbanyak yang aku miliki. Mungkin kau akan marah padaku, mengapa begitu mencintai kertas-kertas itu serta menghabiskan beasiswaku hanya untuk melahirkan karya-karya yang disebut 'buku'.

Nenekmu juga sudah protes, 'rumah kontrakan kita semakin hari semakin ramai saja oleh tumpukan buku, bukan oleh tumpukan perabot dan berbagai benda lainya yang bernilai prestise sosial'. Untung ada Ibumu yang mampu menjelaskan kepadanya dengan baik. Bahwa 'buku-buku'itulah yang membuat ayahmu masih dapat bertahan hidup, masih kata ibumu kepada nenekmu, buku itu nyawa dari perjalanku. Mereka ibarat 'cangkul' dalam mengais rezki keluarga kita.

Nenekmu hanya diam saja, mungkin dia bingung pada kehidupan kita, mengapa aku lebih memilih 'buku' ketimbang membelikan kalian rumah atau tanah yang kelak nilainya akan terus bertambah. Sementara buku-buku itu, pada zaman tertentu akan usang bersama waktu yang berlalu. Tapi itulah dunia kita 'dunia buku'.

Nak, aku tidak juga berharap banyak kau akan memilih jalan sunyi yang aku dan ibumu tempuh karena kau berhak menentukan jalan hidupmu sendiri. Jadikanlah buku-buku sebagai kawanmu, teman dimana kau bisa memahami sejarah masa lalu, kini dan akan datang. Jadikanlah mereka sahabat yang bisa kau ajak bercerita dan menggali segala kebaikan darinya.


Buku-buku itu adalah 'sahabat terbaik'. Mereka tak pernah menggeluh atau protes terhadap apapun, mereka hanya 'membagi' tidak pernah berharap kembali, maka jadikanlah dia sebagai sahabat setiamu.Jadikan ia kawan dalam perjalanan hidupmu, karena darinya ada banyak 'mata air' yang bisa kau gali dalam hidup ini.

Buku adalah 'sahabat setia' untuk itulah aku memilih 'mewariskanya'kepadamu. Kepada putra yang mewarisi segala kebaikan-kebaikan semesta...



          

Posting Komentar

1 Komentar

  1. Anonim1:51 AM

    Buku-buku itu adalah 'sahabat terbaik'. Mereka tak pernah menggeluh atau protes terhadap apapun, mereka hanya 'membagi' tidak pernah berharap kembali, maka jadikanlah dia sebagai sahabat setiamu.Jadikan ia kawan dalam perjalanan hidupmu, karena darinya ada banyak 'mata air' yang bisa kau gali dalam hidup ini. Menarik Mad :)) Keep up the good work-N.A.M.A-

    BalasHapus