Ketika Super Hero menantang Dewa-Dewa!


Apa jadinya ketika para Super Hero menantang dewa-dewa? Pastilah akan terjadi pertarungan 'Maha Dahsyat'!. Itulah yang terjadi dalam 'film The Avengers' yang mengisahkan duel sekelompok Manusia Super ciptaan 'Marvel' melawan para Dewa.
Para Pemain The Avengers

Joss Whedon, sang sutradara mampu membawa kita berpetualang menuju masa lalu dan masa kini lewat Iron Man, Captain America, Hulk, Thor, Black Widow dan Hawkeye. Para 'Manusia Super' yang tentunya pernah mengisi masa kecil kita lewat serangkain aksi mereka.

Bagi mereka yang sudah agak tua dan hidup lebih lama, pasti masih menyimpan kisah Captain Amerika sementara generasi Saya mungkin lebih mengenal sosok 'Hulk' selain Batman, Robin, Superman ataupun Iron Man!

Kini dalam 'The Avengers' mereka dikumpulkan menjadi satu oleh dinas rahasia S.H.I.E.L.D untuk melawan Loki sang dewa kehancuran. Serasa bernostalgia kembali ketika saya menyaksikan tokoh idola saya 'Hulk' yang sejak kecil menemani khayalan saya tentang 'manusia super', kembali beraksi kali ini.

'Tokoh Idola Saya Hulk'
Apalagi dalam film ini 'Hulk' menjadi sebuah kekuatan yang begitu ditakuti bahkan oleh Captain Amerika sekalipun!

Dialog Antar Generasi Super Hero

Bagi saya kekuatan film ini bukan hanya terletak pada serangkai aksi mereka dalam menghadapi Loki dan segerombolan pasukanya yang turun dari langit. Tapi pada dialog antar generasi superhero yang jarang kita temui dalam film-film lainya.

Misalnya saja ketika Captain Amerika yang baru saja dibangkitkan dari peti es setelah 70 tahun,  diajak bergabung oleh Nick Fury sang direktur SHIELD yang masih diperankan oleh aktor kawakan Samuel L.Jackson (sebelumnya juga muncul dalam Iron Man2) ketika sang pahlawan berperisai biru merah, bertanya ;

Masihkah saya layak untuk terlibat dalam pertarungan? Bukankah dunia sudah berubah dan banyak hal yang tidak saya ketahui lagi?

Dialog antara Nick Fury & Captain Amerika
Atau pada bagian lainya ketika Hulk terlibat perdebatan dengan wakil generasi paling modern Iron Man ketika itu pahlawan saya tersebut bertanya;

Banyak hal baru dari dunia, sementara bagi saya semuanya tidaklah sama. Mengapa kini 'sesuatu yang berbeda dari diri saya ingin kembali dibangkitkan'? Apakah para pahlawan baru sepertimu tidaklah lebih kuat dari generasiku?

Inilah potongan-potongan dialog yang sunguh menarik hati saya. Hulk dengan dua keperibadianya baik sebagai seorang ilmuwan yang lembut ataupun sebagai monster dengan kekuatan penghancur super kuat mempertanyakan 'kekuatan dari superhero abad ini' yang diwakili oleh Iron Man sang pahlawan generasi moderen.

Atau pada bagian yang lainya ketika sang Captain Amerika mengugat Iron Man ;
Dahulu kami berperang demi membela negara, kini kau berperang demi popularitas dan perusahaanmu semata

sebuah gugatan sarkastik dari 'Super Hero Propagandis' sang Captain Amerika kepada 'Super Hero abad Baru'!

Pertarungan Melawan Para Dewa

Lawan mereka yang menjadi musuh kali ini adalah adik Thor yang dalam mitologi yunani kita kenal sebagai dewa petir. Loki, datang membawa sekelompok mahluk luar angkasa dan berhasil membuka pintu antara bumi dan dunia lain, setelah menemukan sumber energi yang bernama tesseract.


Dalam cerita film ini dikisahkan, Loki yang memiki 'keinginan berkuasa' menjalin kerjasama dengan sekumpulan kerajaan planet asing untuk melawan kekuatan bumi. Kakanya Thor sudah berusaha mencegahnya, tapi sang adik terus melawan bahkan menimbulkan kekacuaan ketika mengadu domba antar para 'Super Hero' itu sendiri.

Akhirnya setelah berusaha saling memahami walaupun sebelumnya terlibat pertempuran sesamanya. Para 'Super Hero' tersebut bersepakat untuk melawan kekuatan asing yang datang, bahkan ada sebuah bagian dari film ini yang begitu menarik ketika Hulk menghajar 'Loki' sampai sang dewa benar-benar tersungkur, loki berteriak;

Hentikan-hentikan apa yang kau lakukan kepadaku, Aku adalah dewa!
dengan cuek Hulk terus menghajar loki bahkan berkata ketus ; Dewa lemah!

Bahkan pada beberapa adegan sebelumnya Hulk juga menghajar Tor!

Sebuah gugatan yang menarik dari pahlawan yang lahir akibat kecelakaan biologis tersebut. 'Hulk' sedang menyerang konsep kekuasaan 'masa lalu' yang diwakili oleh para dewa-dewa!

Loki sang Dewa Kehancuran
Tapi terlepas dari segala hal yang luar biasa dari kisah The Avenger sesuatu yang mengangu saya yang mungkin telah dirasuki 'ketidak senangan akan berbagai sisi propagandis yang berbau Amerika'adalah 'ketika yang menjadi pemimpin pasukan The Avengers' adalah Captain Amerika sebuah dominasi yang tetap ditonjolakan ditengah generasi Iron Man saat ini.






Saya kemudian berbisik kepada sahabat saya Ardi ; 'Kang Apa Gatot Kaca Sekuat Kapten Amerika'?

Posting Komentar

2 Komentar

  1. Anonim12:01 PM

    mengingat gatot kaca berotot kawat tulang besi, kyaknya gatot kaca masih lebih kuat dari captain America.

    BalasHapus
  2. kalo menurut saya, gatot kaca itu sekuat superman, hehe

    BalasHapus