Lelaki-Lelaki dibibir Senja

ilustrasi
Senja selalu membawa cerita. Cerita tentang kehidupan pagi yang masih muda atau siang yang beranjak dewasa, karena senja 'pertanda sebentar lagi malam tiba'. Masih tersisa gelora pagi tadi, ketika hidup adalah semangat 'menggapai' dan siang adalah 'pencapaian 'lalu malam saat istirahat. 

Sementara lelaki dibibir senja adalah masa sebelum malam tiba, ketika kehidupan akan berhenti sejenak dan pagi di hari dan waktu berbeda akan tiba. Mungkin semuanya akan musnah bersama jasad yang akan berakhir, tapi sebelum itu terjadi, 'lelaki-lelaki di bibir senja' akan bercerita akan kisah mereka disaat pagi, siang, dan menjelang senja saat mereka benar-benar akan mengakhiri hari bersama gelap. 

Lelaki-lelaki dibibir senja, aku selalu menanti kisah kalian. Sama seperti aku menghitung deretan usia dari bayi mungilku yang kini telah berlari menuju pintu pagar halaman rumah kami, Ia selalu ingin tahu apa yang terjadi diluar sana? sementara kalian sudah menjalaninya. Aku sedang belajar seperti 'bayiku' belajar mengenal dunia luar sambil sibuk memikirkan kisah kalian. 


Aku cukup mahfum banyak dari kisahmu yang sebenarnya hanyalah 'rekaan' agar bumbu hidupmu menjadi menarik. Sama seperti 'kereta dorong' Ali kecilku' yang kadang kodorong lebih cepat atau sengaja aku perlambat sekedar mengaduk emosinya tentang ruang, mengajaknya berfantasi tentang kecepatan dan sesekali belajar menikmati masa.

Sementara Aku, sedang menikmati itu semua. Kadang berfantasi melompat menyelami kehidupan-kehidupan kalian, sambil berguru apa yang baik dan apa yang buruk dari setiap irama yang kalian nyanyikan, sesekali aku tertawa akan rasa dari campuran kisahmu atau aku akan menitikan air mata dari oroma kepedihan luka-luka hidup yang kau bawa.

sumber foto ;http://www.elfwood.com/king_arthur
Kalian para lelaki di bibir senja adalah 'guru-guru' terbaik sebelum dirimu dihijabi oleh gelapnya ingatan dan perpisahan atas ruang dan waktu. Senja selalu saja membawa kearifan walau aku tahu sepektrum warna kalian adalah 'jingga' sebuah perpaduan antara merah dan kuning. Dua warna yang  membentuk wajah sendiri, merah penuh keberanian dan kuning lambang kematangan dan keabadian. Itulah kenapa Lelaki-lelaki di bibir senja adalah kawan yang baik untuk berkisah karena mereka sebentar lagi menuju abadi, menuju kuning yang sempurna! 

Lelaki di bibir senja, aku tahu kalian sungguh sepi karena satu persatu kawan telah pergi menutup kisahnya. Sementara kalian mesti selalu siap ketika setiap 'jam' yang dilewati adalah alaram yang menjadi 'pengingat' akan detik yang berlalu. Jika dahulu perayaan hari kelahiran adalah kebahagiaan dan sejumlah pesta, sementara saat ini setiap bertambah deretan angka usiamu satu persatu keluh kesah atas bagian tubuhmu mulai mengundang beban. 

Tapi semuanya toh bukan akhir, karena malam tak selamanya waktu untuk tidur beberapa diantaranya mencapai kematangan sempurnanya dimasa ini, tapi 'senja' adalah penanda yang sempurna sebelum akhirnya pilihan untuk 'istirahat' benar-benar jatuh....oh lelaki-lelaki di bibir senja, apalagi kisahmu di esok hari? masihkah kau mau mendongengkanku tentang dunia ini? ataukah esok tak adalagi untukmu?




 17 juni 01 malam 2012






Posting Komentar

0 Komentar