'Sebuah Peta dari Letters To Sam'

Saya menuntaskanya pagi tadi, setelah beberapa bulan membacanya satu persatu, meresapi 'maknanya yang dalam' sembari terus berusaha mengikuti Jejaknya, menuliskan Peta Jalan kehidupan pada seseorang yang teramat dicintainya. Sebuah peta jalan yang terangkum dalam karya 'Letters To Sam' yang merupakan kumpulan surat 'seorang kakek  David Gottlieb'  kepada cucunya Sam.

Dengan membaca melompat-lompat, buku dengan tebal 218 halaman ini akhirnya tiba juga dibatas akhir halaman. Sesuatu yang menjadi penutup yang manis dari 'David Gottlieb' kepada cucunya Sam. Halaman penuh makna itu diisi oleh 'kado puisi'yang ditulis oleh seorang Sufi Agung Jalaludin Rumi yang berjudul asli 'The Guest House'.  Saya kemudian tertarik mengutipnya kembali;

Rumah Tamu

Menjadi manusia adalah menjadi rumah tamu.
Setiap pagi datang dengan tamu yang baru.
Kegembiraan, kesedihan, atau sifat buruk
sedikit pengetahuan diri hadir sebentar
sebagai tamu yang singgah tanpa perjanjian.
Sambut, dan jamulah mereka semuanya!
Biarpun tamumu hanya sekerumunan nestapa
yang melanda rumahmu dengan kasar
dan mengangkut segala isinya,
tetaplah temui setiap tamu dengan mulia.
Bisa jadi ia sedang mengosongkanmu
demi akan datangnya banyak kebahagiaan baru.
Niat buruk, rendah diri, dengki,
sambutlah mereka di pintu dengan tertawa,
dan ajak mereka masuk.
Bersyukurlah
atas apa pun yang diturunkan untukmu,
karena setiap tamu adalah utusan
dari sisi-Nya, sebagai penunjuk jalanmu.

Sungguh puisi ini begitu menyentuh saya, membawa saya terbang menuju ingatan-ingatan harian yang selalu saja hadir. Tentang hidup dan perjamuan kesedihan atau tawa yang jadi pemanis hari.

Itulah hidup ketika sekerumunan nestapa datang atau kebahagiaan baru yang hadir tiba-tiba. Sesuatu yang misterius dari pergulatan ketetapan yang dikirim olehNya. Kita harusnya menerima segalanya dengan Tawa dan mengajaknya 'masuk sembari' mengucap syukur. Bahwa kita sedang dikirimkan 'Tamu' Kehidupan.

Saya tertegun, sebuah kisah sederhana yang penting bagi esok hari. Sebuah penunjuk jalan dari pesan yang dibawa David Gottlieb kepada Sam, yang juga berarti bagi Saya dan Ali Ridha di hari esok.


Selamat Membaca dan menemukan peta jalan masing-masing

Posting Komentar

0 Komentar