‘Ali & Mom Trip; Dari Soekarno Hingga Mikhail Bakunin’


Tadi baru saja memindahkan memori kamera ke laptop. Lalu bertemu dengan foto-foto Ali saat melakukan 'trip nekad ke bandung’ bersama ibunya sebulan lalu. Sebuah Trip kecil menjelajahi 'Soekarno hingga para pencinta  Mikhail Bakunin', begitu saya menyebutnya.
Awalnya hanya sekedar ingin jalan-jalan ke gedung sate,  Braga, wisata kuliner dan yang paling utama 'menjenguk papa yang sudah beberapa bulan tidak bertemu' (hehee) kalau yang terakhir tafsir saya sendiri. 

eh, ternyata saat kunjungan Ali ke bandung, sedang berlangsung  Festival menyambut ulang tahun kota bandung dengan Tajuk 'Braga Festival'. Lengkaplah traveling Ali dan Ibunya.

Ini namanya Gedung Sate Nak





Setiap orang yang pernah ke bandung pasti pernah melihat gedung ini. Namanya memang unik, ‘gedung sate’. Terus kenapa disebut Gedung Sate? Karena ornament atas gedung tersebut memang berupa tusuk sate. 

Gedung yang dibangun pada masa belanda sekitar tahun 1920 ini kata banyak orang merupakan gedung dengan ciri arsitektural ‘indo-eropa’. Kini gedung yang terletak di jalan Diponegoro 22 tersebut, masih berfungsi baik dan dijadikan sebagai kantor pemerintahan Provinsi Jawa Barat. 

Karena saya tinggal tidak jauh dari gedung sate, maka trip Ali  dan ibunya ke gedung sate tidaklah sulit, cukup jalan kaki di pagi hari, saat udara bandung segar-segarnya Ali dan Ibunya sudah bisa berfoto dan jalan-jalan melihat ‘gedung sate' sambil sarapan kue 'Sarabi'.


'Ali dan Ibunya Jual Tampang belanja Surabi Bandung'
Kalau dikampung saya di palu, makanan jenis ini dikenal dengan sebutan ‘surabe’tapi dibandung namanya beda, 'serabi'. Memang secara bentuknya sama, tapi antara surabi dan surabe  dari segi bahan tak semuanya sama. kalau dikampung saya surabe cukup menggunakan beras dan santan. Kalau serabi bandung menggunakan terigu, tepung beras, telur, gula merah dan berbagai bahan lainya. Ini baru namanya 'serupa tapi tak sama'.


Ali di kampus ITB
Berhubung kunjungan Ali kebandung diwaktu saya harus kuliah maka akhirnya ali dan ibunya saya ajak sekalian. Kebetulan pada saat itu mata kuliah Prof. Tasrif yang dosen ITB akhirnya sambil menungu Ali sempat-sempatnya berfoto di kampus tempat Soekarno dan Habibie pernah kuliah tersebut. 



Pintu Masuk Museum Konperensi Asia Afrika

Nah, di hari kedua Ali dan Mom dikota bandung saatnya wisata sejarah. Belajar bagaimana dahulu bangsa ini pernah begitu terhormat dimasa Soekarno . Gedung yang terletak dijalan Asia-Afrika ini merupakan bukti sejarahnya. 'Gedung Merdeka', itu nama tempatnya. 

Mama di salah satu bagian Museum KAA
Secara keseluruhan Gedung Merdeka memiliki dua bangunan utama, yang pertama disebut Gedung Merdeka sebagai tempat sidang utama saat konprensi Asi Afrika 1955, sedangkan yang berada di samping Gedung Merdeka adalah Museum Konferensi Asia Afrika sebagai tempat 'memorabilia Konferensi Asia Afrika'.
Ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari tempat yang menjadi cikal bakal lahirnya Gerakan non blok ini. Salah satunya bagaimana soekarno mampu menyatukan bangsa-bangsa Asia dan Afrika, dia tampil melawan dua pusaran besar yang saling berusaha menghegemoni dunia, padahal dimasa itu indonesia baru 10 tahun merdeka itupun penjajah belum benar-benar pergi. Cek...cek bangga saya pernah punya Presiden seperti Soekarno. 


Ali ; 'Punk Papa, Punk Papa'


Seperti saya sampaikan diawal, kebetulan saat trip Ali dan mom sedang berlangsung festifal braga dalam rangka ulang tahun kota bandung. Kelebihan utama bandung sebagai sebuah kota yang terbuka bagi semua kreatifitas. Pada festival ini juga memberikan ruang bagi musisi punk untuk tampil. Wow, Ali turun dari pangkuan ibunya dan mulai berjalan mendekati kerumunan masa. Melihat hal itu saya berbisik ke ibunya ; mom, waktu dia Asia Afrika, Ali lebih banyak diam melihat Soekarno tapi disini dia mulai berteriak seperti melihat Mikhail Bakunin’!



Ali; Papa ngantuk

Setelah puas dengan musik-musik keras, akhirnya  Ali & mom  pindah ke tempat lain tempat pameran aneka kerajian tangan, lukisan sampai pameran foto. Pokoknya menikmati kreatifitas anak-anak muda kota bandung sehari penuh. Saat itu sudah hampir maghrib Ali mulai ngantuk!



Naik-naik kereta Api ke Bandung-Surabaya
Hari ketiga, sebelum pulang tidak bijak jika Ali berada di zona serius terus. waktunya bermain.Nah,waktunya naik kreta-kretaan di mall BIP bandung yang lagunya; 'naik kereta api tut..tut siapa hendak turun ke bandung surabaya....hehehee





Minum Sebelum Berangkat

Sore harinya setelah berkeliling waktunya pulang ke Makassar. Seperti biasa, saya selalu memilih travel Cipaganti yang menyediakan mini bus untuk 10-12 orang penumpang. Selain mini bus Cipaganti sebenarnya menawarkan berbagai aneka moda transportasi yang nyaman dan aman. Saya memilih cipaganti karena dua hal tersebut; nyaman dan aman. Soal harga untuk Bandung- Jakarta sekali jalan Rp. 80.000 (delapan puluh ribu rupiah) untuk satu kursi di mini busnya. Uniknya  Kini Cipaganti Group  telah mengembangkan bisnisnya  keberbagai bidang, dari penyewaan alat berat sampai Bank. Nah, sebelum berangkat ke Jakarta waktunya minum dulu...


Ali; Ahhhh Alasaaan....
Seperti biasa, maskapai penerbangan kita selalu Apologize demikian pula bandaranya. Nah, di Soekarno Hatta Ali mulai tak sabar dengan semua alasan itu, hehe... salah satunya menaiki papan pemberitahuan disalah satu bagian bandara.


Kok Jalan-jalanya Berakhir...
 Di pesawat saat pulang tak berhenti-berhentinya Ali membuat tingkah yang lucu, seolah mau bilang 'papa kok tripnya sudah habis'!



Posting Komentar

0 Komentar