‘Pilkada Jabar, Pilkada Selebritis ’

Jawa barat akan memilih Gubernur dan Wakil Gubernur pada 2013 nanti. Sejumlah nama sudah mendaftarkan dirinya diantaranya pasangan Rike Diah Pitaloka-Teten Masduki yang diusung oleh PDIP, Dede Yusuf-Lex Lesmana di usung oleh Demokrat, Ahmad Heriyawan dan Dedy Mizwar jagoan PKS, PPP, Hanura dan PBB, serta Irianto MS Syafiuddin atau Yance-Tatang dari Partai Golkar. Selain nama-nama diatas sejumlah tokoh yang berkiprah secara lokal seperti Dikdik Mulyana Arief Mansyur-Cecep Nana Suryana Toyib juga ikut mendaftar.
Tentu saja pilkada jabar menarik untuk diikuti. Pertama, pengaruh pemilih Jabar yang cukup signifikan secara nasional yakni  dari Daftar pemilih sementara mencapai 36.636.312  (versi DP4 KPU) dengan penduduk Jabar 49.153.773. Dari  gambaran pemilih yang cukup besar seperti ini, Pilkada Jabar merupakan salah satu arena sterategis bagi sejumlah Partai Politik untuk berebut pengaruh. 
Kedua,  tentu saja soal hadirnya sejumlah nama aktris/aktor sebagai kandidat Gubernur atau Wakil Gubernur yang senantiasa memiliki daya pikat tersendiri bagi pemilih. Ikut sertanya artis dalam berbagai kontestasi politik memang bukan hal baru di negeri ini, tapi bagaimana jika hampir seluruh pasangan kontestan terdapat artis ?  

Pilkada Jabar Pilkada Aktris Politik

Fenomena aktris/aktor masuk ke dunia politik dan terlibat menjadi calon kepala daerah, bukanlah hal yang baru di Indonesia. Tapi, ketika mayoritas pasangan yang bertanding terdapat artis itu mungkin baru ada Jawa Barat. Tentu bukan hal yang kebetulan jika sejumlah Parpol menjadikan sejumlah artis sebagai sterategi meraih dukungan. Apalagi jika selebritis tersebut merupakan bagian dari kader partai politik yang dianggap memiliki kompetensi yang mumpuni. Saya juga tidak sepakat jika sejumlah kalangan memandang buruk artis yang terjun ke politik, asal aktris/aktor tersebut memiliki kompetensi yang cukup atas target politik yang hendak dicapainya, bagi saya itu hal yang lumrah dan wajar. 
 
Sebutlah nama Rike Diah Pitaloka dan Dede Yusuf yang keduanya sudah dikenal cukup lama terjun ke dunia politik. Sedangkan Dedy Mizwar yang digaet oleh kandidat incumbent Ahmad Heryawan juga sebelumnya pernah mencalonkan diri sebagai kandidat Presiden independent 2009. 

Seperti diketahui secara luas Dede Yusuf sendiri, sampai saat ini masih menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat dan sebelumnya pernah menjadi anggota DPR RI di senayan. Sedangkan Rike juga masih menjabat sebagai anggota DPRRI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sebelum terjun ke politik kiprah Istri Donny Gahral Adian ini dalam berbagai gerakan sosial dan ekstra parlementer sudah sering kita saksikan.

Diantara ketiga artis kawakan yang kini menghiasi perebutan kekuasaan jawa barat Dedy Mizwar adalah sosok yang menjadi kejutan. Sebelumnya pemberitaan akan majunya Dedy mizwar apalagi akan berpasangan dengan Incumbent baru santer beberapa pekan menjelang penetapan calon.
Tampilnya Dedy Mizwar sebagai pendamping kandidat petahana adalah sebuah bukti Ahmad Heriyawan sendiri sebagai kandidat Incumbent masih membutuhkan sokongan popularitas dari artis, sama seperti kemenangan sebelumnya ketika berpasangan dengan Dedy Yusuf yang disinyalir lebih disebabkan oleh popularitas Dede Yusuf ketimbang sosok Ahmad Heriyawan.

Melihat fenomena pilkada jabar, apalagi dengan sterategi politik yang digunakan oleh incumbent semakin menegaskan kehadiran artis dalam pilkada jabar adalah sebuah hal yang memang secara kontekstual mampu menarik pemilih. Tidak akan mungkin Partai Politik besar seperti PDIP, Demokrat dan PKS minus Golkar bermain-main dalam pilkada jabar apalagi menjelang 2014 nanti.

Ada sebuah negosiasi panggung belakang yang sedang dimainkan oleh parpol-parpol besar menyangkut pembacaan politik atas market electoral pemilih jabar. Tentu saja ini tidak lepas dari konteks dimana jawa barat merupakan sebuah propinsi yang sejak dahulu dikenal sebagai lumbung kelahiran para artis,aktor dan penggiat seni. Kontekstualisasi kode budaya dan dengan melihat kecenderungan pemilih inilah yang menjadikan parpol dan paket kandidat gubernur dan wakil gubernur jabar banyak mengusung para artis/aktor. 

Pengaruh Pilkada Jabar dan Pilpres 2014
Dengan jumlah suara yang cukup signifikan di jawa barat tentu saja Pilkada jabar tak akan kalah menariknya dibandingkan dengan Pilkada Jakarta. Karena pada umumnya hampir seluruh Partai Politik sedang memasang kuda-kuda menjelang pemilu 2014. Tak heran makanya sejumlah parpol tampil percaya diri dengan mengusung kadernya sendiri bahkan kandidat dari parpol besar seperti Rike-Teten hanya diusung oleh satu partai yakni PDIP demikian pula kandidat yang diusung oleh Golkar walau tak mengusung artis Golkar dengan percaya diri memajukan kader internal.

Apa yang menjadi alasan bagi parpol seperti PDIP, Demokrat, Golkar dan PKS untuk tetap  mengusung kader internalnya dalam pilkada Jabar? Alasanya adalah sebagai ajang uji coba untuk mengukur kekuatan pada 2014 nanti. Setelah Jakarta, Jabar mungkin akan dijadikan sebagai barometer bagi kontestasi parpol 2014, sekaligus mengukur dukungan konstituen atas kader internal partai masing-masing.

Dari gambaran ini maka tak heran kolaborasi antara kader parpol dan sejumlah artis yang potensial meraih popular vote terjadi di jawa barat. Pada satu sisi parpol ingin menguji kekuatan basis blok voter secara internal yang mereka miliki lewat kader-kader yang menjadi kandidat Gubernur dan Wakil Gubenur jabar, namun pada sisi lain mereka membutuhkan dukungan popular vote dari para selebritis. 

Dua hal inilah yang menjadi logika penting yang mesti dibaca dalam melihat pilkada jabar dan hubunganya bagi kepentingan politik nasional 2014, Pilkada jabar mungkin Pilkada bagi para selebritis dan mungkin juga merupakan pilkada bagi uji coba bagi parpol jelang 2014 setelah Jakarta.


Posting Komentar

0 Komentar