Tart


Kadang banyak keinginan-keinginan kecil yang belum bejodoh di waktu yang kita harapkan. Karena mungkin saja Tuhan sedang menundanya atau bisa jadi itu bukanlah yang terbaik. Sama seperti apa yang aku alami hari ini. Jauh hari sebelumnya, aku mengimpikan membelikanmu kue tart sebagai hadiah ulang tahun di usiamu yang kedua.
Ali dan Kostum Batman

Bersama kostum Batman yang beberapa hari sudah aku kirim via pos, tentu dirimu  terlihat sangat keren meniup lilin dengan teman-teman kompleks rumah kontrakan kita yang diatasnya bertuliskan angka dua dan gambar sang superhero kota gotham.

Lalu bersama rania, vanesia, yusuf, pia, evan, maniang, rafa, ummi dan kawan-kawan kecilmu penghuni blok E Griya Mulya Asri kalian akan bernyanyi bersama-sama, tertawa lepas, lalu  melompat-lompat kegirangan karena berebut potongan dari kue Tartmu. 

'Tart yang suatu saat nanti dapat kita beli'
Sementara aku, Ayahmu hanya  akan memilih peran sebagai fotografer dadakan di pesta ulang tahunmu. Mengabadikan momen hari bahagiamu. Apa yang lebih menyenangkan hati seorang ayah selain melihat anaknya tertawa ceria?Tapi sudahlah, sebagai manusia biasa kita memang hanya mampu berencana.Kata Guruku, tiada upaya dan kuasa kita sebagai manusia karena Tuhanlah yang mengatur segalanya. Rencana dan usaha hanyalah bagian kecil melengkapi rencana Tuhan.

Dua hari menjelang ulang tahunmu kamu masuk rumah sakit. Panas tubuhmu naik dan seperti biasa kau muntah-muntah dalam masa yang panjang. Untuk menebus obat diluar askes yang kau miliki, terpaksa seluruh isi celengan bagi acara ulang tahunmu mesti dialihkan demi pengobantanmu.

Demikian pula isi celenganku yang hanya mampu membeli kostum Batman. Salah satu superhero idolako selain Hulk, Wolverine, Iron man atau sosok Zeus dalam mitologi Yunani. Untuk persoalan ini aku mohon maaf sekali lagi nak,  akhirnya rencana ulang tahun bersama Tart Batman gagal.


Aku belum bisa membahagiakan angan tentang hadiah yang mungkin sangat sederhana itu. Membeli kue tar Batman sesuai kostummu yang kini kau kenakan!  Tapi aku yakin mungkin ini sekedar rencana Tuhan bagi kita sekeluarga untuk menikmati kepedihan, kegagalan dan membunuh impian yang paling sederhana sekalipun! Tapi apakah itu alasan untuk marah pada hidup? Bagiku tidak, justru aku semakin yakin pelajaran kegagalan adalah sarana latihan kesabaran menerima takdir yang sudah ditetapkaNya. Itulah pelajaran besar yang kudapatkan di ulang tahunmu 4 desember 2012 ini. Pelajaran yang sangat penting bagi bekal kehidupan diriku dan dirimu kelak. 

Bahwa kita hanyalah mengikuti roda takdirNya sembari bersyukur atas apapun yang menjadi kado kehidupan darinya. Selamat merayakan hari jadimu anak lelakiku, teruslah belajar mengeja segenap misteri semesta. Seperti Batman yang selalu rendah hati dan suka menolong.

Semoga sehat selalu. Peluk dan cium dari papa di bumi Pasundan. 
Love u my son!
Papa
4 Desember 2012

Posting Komentar

0 Komentar