I love PKS

Tadi sehabis menunaikan solat maghrib berjamaah bersama istri. Saat hendak meninggalkan sajadah solat. Istri saya yang sedang sibuk melipat mukena kuning yang dikenakannya, kemudian berujar  'Pa boleh mama bertanya sesuatu'? 

Dengan sedikit bingung saya kemudian menoleh menatapnya keheranan.
Dalam hati saya berbisik, adakah lafadz surah saya yang salah? atau mungkin ada gerakan solat ketika menjadi imam tadi yang terlewatkan. 

Wajar saja, kalau untuk urusan tersebut, harus saya akui mesti  belajar banyak dari istri yang merupakan anak seorang imam mesjid dikampungnya. Sedangkan Beliau Istri saya, seorang guru mengaji sejak belia. Maka wajar selama ini justru saya banyak menimba ilmu darinya, mulai dari membenarkan tajwid, Ilmu Nahwu Shorof atau berbagai hal lainya seputar kaidah-kaidah memahami Al-Qur'an.

Ada apa ma? Apakah ada bacaan tajwid  papa  yang salah? atau gerakan solat papa tadi yang terlompat, apa perlu papa sujud sahwi? saya sudah bersiap menerima kritiknya kali ini. 

Hehe, istri saya tertawa mendengarkan peryataan dan pertanyaan kepanikan saya. Bukan, bukan soal itu. Begini pa, tadi sehabis solat tiba-tiba mama terpikir soal beberapa tulisan papa di media cetak maupun online yang terus menyerang PKS sejak beberapa tahun terakhir. 

Ada apa memangnya ma, apa yang papa sampaikan benar bukan? Kali ini prediksi saya meleset. Saya  tidak siap dalam membahas topik yang tak terduga sebelumnya.

Iya, mama tau sikap papa selama ini. Tapi bukankah papa juga mengajarkan, bahwa pandangan kita dalam melihat sebuah peristiwa juga tidak bisa dilepaskan oleh  subjektivitas individu, Pandangan dunia, atau mungkin saja 'tragedi Katharsis'.

Mama ingat, papa dahulu pernah bilang seperti ini; endapan emosi yang tertahan akan menyebabkan ledakan berlebihan.Dimana, emosi itu mesti tersalurkan dalam bentuk yang konstruktif. Apakah papa mengalami tragedi katharsis sehingga papa begitu aggressive menyerang PKS? 

Maksudnya apa ma ? sampai mesti membawa psikoanalisa sigmund freud  segala ? saya semakin bingung dengan arah pembicaraan wanita yang saya cintai sejak kuliah ini.

Hehe, kali ini mama ingin papa berjujur diri. Apa yang membuat papa begitu sensitif kepada apapun peristiwa yang menimpa PKS pasti membuat papa sinis?  Mama yakin, ada sesuatu yang membuat papa begitu sensitif dan marah jika kader-kader PKS melakukan penyimpangan dan tindakan buruk lainya. Pasalnya, dari pengetahuan mama jika itu bukan soal PKS papa akan lebih objektif dalam menganalisis sebuah peristiwa. 

Kali ini saya benar-benar runtuh. Dia, istri saya telah menanyakan sesuatu yang tersimpan rapat dalam panggung belakang diri saya. Sesuatu yang tanpa sadar pernah begitu membekas dalam perjalanan pembentukan pribadi dimasa lalu yang saya sebut sebagai 'rumah ideologis'.

Tiba-tiba, bayangan masa lalu berputar di pelupuk mata saya. Saya teringat ketika duduk melingkar diantara selasar mushola kampus sambil membaca ayat-ayat Al-Qur'an. Terkenang, akan teriknya matahari ketika mesti berdemonstrasi menyampaikan sesuatu yang kami pandang zalim oleh negara.

Terkenang ketika debat-debat antar lembaga kemahasiswaan ketika saya dengan gagah berani akan berdiri melawan siapapun yang akan menyerang gerakan kami, Jamaah kami, keyakinan kami! Lalu pada malam-malam tertentu kami tertunduk syahdu merasakan nikmatnya persaudaraan dengan mabit bersama, merasakan getar munasharah pengumpulan dana, untuk Perjuangan partai atau bantuan bagi palestina.

Bagi saya ketika itu, jamaah ini adalah jamaah perjuangan yang akan membawa umat, kader-kader bangsa, mewujudkan cita-cita sosial bagi indonesia yang lebih baik, maju,bermartabat diatas kibaran panji islam!

Sayapun segera memeluk istri saya. Lantas berkata kepadanya;
'Ibarat sepasang kekasih yang pernah mabuk cinta, maka itulah aku dengan jamaah itu. 
Lalu kami berpisah karena 'cemburu'.
Karena cintaku  berkhianat!
Semuanya, karena Cinta...

Dengan lembut istri saya mengelus kepala saya penuh kasih, sambil berbisik. 'pa cinta itu indah sekaligus perih'!

Makassar 2 Februari 2013 



Posting Komentar

1 Komentar

  1. Anonim12:16 PM

    selanjutnya.... apa yang terjadi.... (Khusus dewasa) sensor :D

    krn cinta kau pergi.. pun krn cinta aku masih disini :)

    dari penyedia Nasi Penjara ;)

    BalasHapus