' Rivers Note' dan Kisah Para Lelaki'


Kau akan tahu ada orang yang bisa bahagia dengan hidup yang serba kurang. Kau akan percaya ada orang rela mati demi keyakinan.Dan kau akan tergugah dengan cinta yang tak mengenal batas waktu dan ruang
---
(Fauzan Mukrim; Rivers Note)

Akhirnya niat Mengaji  bersama Rivers Note kesampaian juga. Padahal buku ini telah terbit setahun lalu, April 2012. Saya baru menemukanya kemarin, setelah tanpa sengaja  melihat  sampul buku tersebut diantara rak toko buku Gramedia BIP bandung.

Dua Karya Fauzan Mukrim 
Setiap bertemu dengan karya orang yang saya kenal, jujur selalu ada kebanggaan tersendiri. 'Dalam hati saya selalu berbisik, bangga  mengenal kalian, orang-orang dengan karya  '! 

Kembali ke soal Rivers Note, ini adalah karya seorang yang selalu saya sebut Guru. Entah  saya pantas dan layak menjadi  muridnya, itu terserah dirinya. Dalam dua tahun terakhir sang guru sudah mengeluarkan beberapa karya, saya sendiri memiliki tiga karyanya mulai dari  Mencari Tepi Langit, Travelicious Makassar sampai rivers note.

Saat Bersama Penulis Tepi Langit (Dokumentasi k jumadi)
Persentuhan awal saya dengan tulisan-tulisanya kalau tidak salah di akhir tahun 2002, saat itu saya masih mahasiswa baru. Ketika itu k' ocan begitu panggilan akrabnya pernah menjadi pemimpin redaksi untuk majalah baruga. Majalah yang menjadi kebanggan oleh kami anak komunikasi unhas, walau hanya terbit setahun sekali. 

Dari majalah ini saya membaca tulisan-tulisanya, selanjutnya saya menemukan karyanya di PK identitas sebuah lembaga Pers Kampus Unhas, lalu jejak jalanya akhirnya saya tempuh pula dengan masuk di Unit Kegiatan Pers Mahasiswa Unhas (UKPM) yang menerbitkan Catatan Kaki (sebuah nama bagi terbitan UKM Pers Unhas).

Itulah sekelumit perkenalan saya dengan Fauzan Mukrim Penulis Rivers Note. Membaca buku dengan tebal 255 halaman ini membuat saya menemukan beberapa jejak yang 'terluput dari saya selama ini tentang  k 'ocan'. Karena karya ini, seperti juga karya sebelumnya mencari tepi langit, merupakan catatan perjalanan dan pengalaman hidup dirinya sendiri.

Bedanya dengan mencari tepi langit, dalam Rivers note seperti yang Fauzan Mukrim tulis sendiri di halaman pembuka bukunya; 'Agar River putranya yang bernama Androgini tersebut, lebih mengenalnya melebihi cara fauzan mukrim mengenal ayahnya'. Buku ini lebih merupakan sebuah pesan personal bagi putranya. Tentu saja, ini kisah tentang seorang ayah dan anak lelakinya. 

Hubungan ayah dan anak itulah hal yang paling menarik dari buku ini. Dengan gaya bertutur khas k ocan  saya dibuat larut dalam setiap kisah yang dituliskanya.  Beberapa kisah dalam buku ini membuat memori saya berputar mengenang potongan episode tersebut. Salah satu peristiwa yang membekas adalah kisah dihalaman 180-185 (Hari ketika Bapak Pergi) kala itu sebagai seorang junior Fauzan Mukrim saya berkesempatan hadir melayat kepergian ayahnya. 

Pada episode itu, saya bisa merasakan apa yang dialami oleh k ocan dan saudara-saudaranya yang semuanya lelaki. Kebetulan saya juga bersaudara semuanya lelaki. Saya juga pernah merasakan berpisah dengan seorang yang kita sebut ayah. 

Tapi dari penggalan kisah 'hari ketika bapak pergi', sepertinya fauzan mukrim lupa atau sengaja tidak menuliskan sebuah episode tersendiri. Episode seorang lelaki yang senantiasa dibuat tegar oleh 'seorang perempuan selain ibunya' (peace) mungkin biar river hanya mengetahui kisah baik-baik saja dari ayahnya.

Mengutip halaman awal buku ini sebagaimana di tulis oleh sang penulis  ; 'Aku ingat Pak Haji Pidi Baiq bilang 'Anakmu memang butuh uang, tapi dia lebih butuh bangga siapa ayahnya'. Nah, jika itu niat dari karya ini maka tentu saja 'jika saya menjadi Rivers saya akan bilang ayahku hebat'! Walau sebagai lelaki kelak River juga akan belajar dia,tetap perlu menyimpan 'rahasia seorang  lelaki'! 



Hehe selamat berkarya k ocan 



Posting Komentar

0 Komentar