‘Twitter SBY’


Selamat datang  bapak SBY! Selamat  bergabung di twitterland. Dunia dimana Bapak Presiden bersiap memasuki arena ‘kicauan yang kadang meracau’. Mereka yang eksis disini menumpahkan apa saja yang terlintas di kepalanya. Tanpa perlu berpikir panjang-panjang, tidak seperti bapak SBY yang selama ini penuh petimbangan dan kehati-hatian dalam mengambil keputusan.

‘Namanya juga kicauan’, mungkin disebabkan ketentuan post konten yang terbatas 140 karakter huruf itulah mengapa kadang para twitters juga kicaunya pendek-pendek saja. Tak perlu panjang-panjang, semuanya singkat-singkat saja. Tentu, tidak seperti pidato bapak presiden yang kadang panjang dalam membahas sebuah masalah.

Pada pertengahan pidato, bapak biasanya akan berucap, ‘saya ingin masalah ini menjadi terang benderang’. Bapak presiden mesti tahu, bahwa  Jagad twitter kadang berlangsung terbalik. Tak ada masalah yang benar-benar tuntas dibahas, apalagi mencari sesuatu yang terang benderang.

Nama akun penggunanya saja sungguh gelap, aneh dan tak jelas . Ada trio macan 2000, Mbah tweet dan masih banyak nama aneh lainya. Tapi itulah dunia hari ini, seperti kata Yasraf Amir Piliang (Trans Politika; 2005)  kita sedang berada pada jagad ‘realitas virtual’. Sebuah dunia dimana penciptaan kesan, manipulasi citra, simbol dan informasi sedang berlangsung. Bapak presiden mesti bersiap menghadapi sesuatu yang jauh dari konvensi etika, tata krama atau sopan santun. Formalitas dan protokolerisasi bahasa tidak lagi berlaku di republik twitter.

Karena kita mungkin sedang berada pada masa dimana amarah personal, pikiran pendek dan perasaan sentimentil, serta doa bercampur ke ruang publik yang bernama ‘jejaring sosial’.

Tentang Twitter @ SBY Yudhoyono
Sejak akun twitter @ SBY Yudhoyono di luncurkan pada sabtu dua hari yang lalu. Senin 15 April 2013, followersnya sudah mencapai dua puluh juta lebih. Tentu akan terus bertambah setiap detiknya. Wajar saja, sebagai seorang Presiden bukan hal sulit bagi SBY menjaring followers sebanyak itu.

Pertama, SBY adalah Presiden yang dipilih langsung oleh rakyat Indonesia. Dengan waktu memerintah hampir dua priode. Sekaligus seorang ketua umum Partai Pemenang Pemilu. Sudah tentu memiliki pengikut yang banyak. Berbanding terbalik dengan para twitters baru lainya yang mesti sibuk eksis agar memiliki teman dan pengikut.
Ketika mengecek, siapa yang dikuti ternyata bapak SBY hanya mengikuti 11 orang. Selain  Wapres Budiono dan keluarga, ternyata Bapak Presiden juga mengikuti akun twitter Agnes Monica dengan alamat @agnezmo. Sungguh beruntung menjadi Agnes, yang twitter diikuti oleh Presiden.

Memang sosok Agnes  adalah idola negeri ini. Seorang penyanyi, aktris film dengan karir yang sukses sejak kecil. Sebagai anak Indonesia saya juga mengidolakan Agnes. Saya yakin bapak SBY juga mengidolakanya. Buktinya bapak Presiden  mengikuti twitter Agnes. Mungkin suatu saat bapak Presiden akan mengajak Agnes untuk berduet dalam sebuah album.  Jika ini terjadi ‘Republik Twitter pasti akan sangat heboh’!

Dua hari semenjak memiliki twitter, tercatat baru tujuh kicauan yang di keluarkan oleh bapak Presiden. Inilah yang membedakan seorang Presiden dengan kebiasaan twitters lainya. Seorang presiden mesti tetap berhati-hati untuk menyampaikan pendapatnya kepada  khalayak. Berbeda dengan menteri Tifatul Sembiring yang rajin berpantun di twitter.  Dari kicauan bapak SBY, pengikut bapak bisa menemukan satu perintah yakni penanganan korban pesawat lion air Bali kepada menteri perhubungan .

Lainya isi Twitt Bapak Presiden adalah doa bapak bagi keluarga, pesan bagi anak-anak Indonesia yang akan mengikuti ujian nasional sampai pada sebuah petuah bijak ; Sahabat bukan mereka yang menghampirimu ketika butuh, namun mereka yang tetap bersamamu ketika seluruh dunia menjauh. Entah apa maksudnya pesan ini, apakan ini hanya sebuah petuah bijak atau bisa jadi perasaan personal bapak Presiden yang ditumpahkan. Kedua-duanya bisa jadi, karena bahasa terkadang begitu ambigu untuk ditafsirkan. Karena tak memuat mimik dan ekspresi.

Politik Jejaring Sosial
Tiga tahun lalu, saya mempertahankan thesis sebagai calon megister komunikasi. Judulnya; ‘Politik Jejaring Sosial’ (dari jejaring pertemanan menuju jejaring perlawanan).  Salah satu hal penting penelitian tersebut adalah Interaksi yang dibangun dalam jejaring sosial telah menjadi jendela bagi berbagai kepentingan.

Salah satunya ‘hadirnya eksistensi politik virtual’. Adanya khalayak aktif yang saling berinteraksi dan terkoneksi, menjadikan jejaring sosial seperti twiter menjadi hal yang seksi sebagai saluran komunikasi politik baru. Sifat new media yang aktual telah mengubah wajah politik menjadi begitu bebas. Siapa saja bisa menjadi pembawa kabar. Seorang tokoh politik bisa menyampaikan pesan politiknya tanpa perlu terekam ekspresi visualnya oleh kamera para jurnalis.


 Cukup menulis pesan di akun twiteer, facebook, atau sekedar status di Blackberry messenger, maka isu politik tersebut akan mudah beredar menuju khalayak. Kondisi ini amat berbeda dengan media diluar media online. Sebuah berita di media massa mesti melewati proses gatekeeper dan penyuntingan yang agak panjang sebelum akhirnya disebarkan pada masyarakat luas.


Melihat fenomena Twitter Pak SBY mengigatkan saya akan hal tersebut. Sepertinya bapak Presiden ingin membangun komunikasi secara langsung ditengah halayak. Menerobos sekat media, memilih lebih terbuka sekaligus pembawa pesan tanggan pertama. Bukan sekedar tokoh yang dijadikan objek berita dalam konstruksi media massa.Pilihanya adalah menjadi bagian dari khalayak ‘pembawa berita’ secara langsung. Seperti 
Tweet awal yang di luncurkan dengan nada riang gembira ; Halo Indonesia. 

Saya bergabung ke dunia twitter untuk ikut berbagi sapa, pandangan dan inspirasi. Salam kenal. *SBY*.  Tapi yang perlu juga Bapak Presiden ingat, kadang kehidupan di jejaring sosial yang banjir informasi tersebut sungguh keras, kabur, dan gaya berpikiran pendek-pendek seperti karakter huruf twitter yang hanya berjumlah 140.


Untuk itu tentu ini menjadi tantangan tersendiri, ketika memutuskan masuk dalam politik jejaring sosial. Dimana stage, script, audience semuanya bercampur baur menjadi satu dengan bahasa yang berbeda-beda. Bahasa yang bisa menginspirasi seperti harapan bapak Presiden  atau justru melecehkan. Selamat datang di dunia maya, selamat bergabung di twitterland.




Posting Komentar

0 Komentar