‘Petisi untuk Abraham’

Bung Abraham, hari ini  sembilan desember. Dunia kembali membacakan petisi perlawanan atas korupsi. Saya yakin, anda  merupakan salah satu orang yang masih tetap setia di garda depan untuk berteriak lantang, mengingatkan bahwa korupsi masih ada di berbagai tempat di republik yang sama-sama kita cintai.

Foto : Republika.co.id
Ibarat penyakit, korupsi masih tetap setia dikantor-kantor desa dan kelurahan. Masih ada rakyat yang di paksa membayar untuk sebuah tanda tangan lurah atau kepala desa. Jalan raya yang kami lewati juga tetap sama, masih dihuni oleh oknum korps baju coklat yang membujuk memutuskan persoalan dengan beberapa lembar rupiah di tempat kejadian.

Gedung tempat para wakil rakyat bersidang, dari pelosok kabupaten sampai pusat negara, tetap saja ada saja para pencuri yang menggunakan jabatan mereka untuk menambah harta pribadinya. Dari ruangan kantor kementerian dan pemerintah daerah, masih terdengar bisik-bisik soal pembagian proyek dan jumlah setoran.

Pada kamar-kamar hotel dan meja restoran, masih tetap ada orang-orang partai berbicara sambil tertawa cekikan bersama kolega pengusahanya untuk mengakali peradilan dan sejumlah tender dibawah kendali kader-kader partainya.

Saya yakin  bung tau pasti semua hal itu, dan pasti lebih paham dari saya yang hanya rakyat kebanyakan.

Untuk itu, kalau boleh bertanya pada anda, mengapa masih saja hal itu terjadi ? Terlalu beratkah perjuangan untuk membasmi para koruptor ? Apa yang mesti kami lakukan sebagai rakyat untuk mendukung anda membasmi korupsi dan pelakunya ?

Terus terang kami sudah bosan membaca, mendengar, dan menonton berita tentang korupsi. Kami sudah jenuh menyaksikan satu persatu orang-orang penting diliput saat berkunjung di kantor anda, mungkin karena itulah sebabnya banyak ibu-ibu lebih memilih menonton infotaimen daripada berita.

Karena infotaimen membuat kami dapat lari sejenak dari segala kebosanan akan persoalan negara ini, sementara urusan kehidupan kami sudah banyak dan bertumpuk-tumpuk. Artis-artis cantik lagi bahenol, dan pria-pria tampan yang berpenampilan trendy itu telah memikat mata kami.

Setidaknya mereka itu lucu walau sedikit bodoh, sama seperti kami rakyat kebanyakan, karena merelakan kehidupan pribadinya untuk menjadi bahan gossip di pos ronda dan arisan ibu-ibu kompleks. Jika dibandingan para politisi dan pejabat  dengan jas mewah yang dibibirnya yang selalu berbicara etika, kesolehan, lagi terpelajar, artis-artis itu lebih menarik karena setidaknya mereka tidak mencuri apa-apa dari kami.

Sementara para pejabat negara ini telah mencuri pajak yang kami bayarkan, tanah dimana kami tinggal, termasuk segala kekayaan alam yang juga menjadi hak kami sebagai warga negara.


Bantu kami memahami

Bung Abraham, kami senang akan gaya anda yang lugas dan berani. Tapi juga kami sadar anda bagian dari produk sistim buruk negeri ini. Olehnya buat kami tetap percaya bahwa anda bukan bagian dari lintah-lintah negara ini. Mereka yang menghisap darah kami, keringat kami yang di kumpulkan dengan susah payah.

Bung Abraham, masa pemilihan umum 2014 segera tiba, kami tak ingin salah lagi memilih mereka yang katanya bersih dan bebas dari korupsi, bisakah anda berikan dan jelaskan kepada kami partai mana yang kadernya paling banyak korupsi dan yang mana yang paling sedikit? Pasti anda punya statistiknya bukan ?

Ini penting, karena kami tidak ingin mengulangi kebodohan yang sama karena memilih kader-kader parpol korup di pemilihan umum yang lalu. Kami tidak mau lagi terjebak dan dibodohi hanya karena iklan dan janji-janji manis mereka. Demikian pula bayaran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang jumlahnya tak seberapa.

Bung, andaikan anda maju menjadi calon presiden dan mampu memberikan kami jaminan akan membersihkan korupsi, pasti saya salah satu pemilih anda. Saya yakin banyak pula orang seperti saya yang percaya akan kejujuran anda hanya dengan melihat sepasang sorot mata tajam yang anda miliki.

Tapi tak usahlah berpikir menjadi calon presiden atau wakil presiden,  takutnya anda akan jadi bagian dari para koruptor itu, cukup anda bisa menyelesaikan masa jabatan sebagai ketua KPK dengan selamat, dan sekali lagi berikan kami penjelasan secara terang benderang partai mana yang paling korup dan apakah masih ada partai yang tidak korup?

Karena kami masih percaya bahwa pemilu adalah momentum kami melakukan peradilan atas mereka dengan jalan tidak memilih mereka. Maka sekali lagi tolong berikan kami penjelasan!

Indonesia bebas korupsi mungkinkah ?

Bung Abraham, kalau boleh bertanya apakah mungkin korupsi hilang dari negara ini ? Bagaimana pendapat anda? Karena sampai kini kami semakin gamang jangan-jangan memang kejahatan korupsi adalah takdir yang mesti diterima oleh penghuni negara ini. Karena dari rezim ke rezim korupsi selalu saja ada bahkan semakin parah.

http://cdn.ar.com/images/stories/2011/10/baju_koruptor1.jpg
Atau memang benar korupsi itu akan tetap hadir selama negara ada? Jika korupsi adalah takdir dari sebuah kekuasaan, lantas apa yang harus kami lakukan ? Apakah perlu membubarkan negara, karena kecenderungan kekuasaan dalam tubuh negara akan korup ? Bung Abraham tolong jawab petisi ini dengan tindakan, karena kami yakin anda merupakan salah satu orang yang masih bisa dipercaya di negara ini.

Karena jika tidak, api kemarahan yang ada dimata rakyat yang mulai bosan, bisa saja membumi hanguskan negara ini!


Posting Komentar

0 Komentar