“Ketika Allah Berkehendak”


Pada sebuah sore di paruh bulan Mei tahun 2012, ketika itu saya sedang berdiskusi serius dengan lelaki yang saya sebut Guru.

“Adinda, ketika Allah berkehendak, maka tak ada yang tak mungkin”! Demikian sang guru memulai perbincangan sore itu.

Apakah hal itu berlangsung dalam segala hal? Lantas dimanakah sifat daya dan upaya manusia?

"Allah adalah segala Maha dari yang Maha, adapun usaha dan upaya adalah hal yang harus dijalankan oleh setiap makhluknya, karena manusia dibekali potensi sebagai hamba yang memiliki akal, maka bekerjalah sebaik-baiknya dan se-sempurna mungkin sesuai akal dan pikiran sebagai manusia. 

Namun ketetapan dan hasil dari segalanya sudah diatur olehNya, jadi tak perlu ada kecewa dan sedih jika upaya kita berbeda dengan ketetapan yang sudah digariskanNya".

Kebetulan saat itu bulan mei 2012, saya sedang tertarik mengikuti dan meneliti pemilihan kepala daerah Jakarta yang  akan berlangsung dibulan juli 2012. Sebagai seorang yang sering terlibat dalam riset politik, rasa penasaran saya semakin menjadi untuk bertanya tentang pemilu Jakarta.

Hal itu disebabkan berbagai petunjuk dan penanda yang beliau berikan senantiasa mendekati kebenaran, termasuk dalam hal politik, saya sering membandingkan berbagai riset politik yang saya lakukan dengan survei langit versi beliau yang hasilnya hampir selalu sama, padahal sebelumnya kami tak pernah saling membocorkan rahasia dapur masing-masing (hehe).

Dengan senyum keanggunan yang dimilikinya, Guru yang kami panggil Abang itu tersenyum dan paham arti arah pertanyaan saya. 

"Pemenangnya adalah Joko Widodo yang setelah menjadi gubernur, beliau akan dipilih menjadi Presiden", jawabnya tegas.

Seperti biasa, saya tak mudah langsung percaya. Karena beliau sendiri melarang dengan keras kepada saya untuk langsung percaya atas berita dan rasa yang beliau alami. Guru saya lalu melanjutkan:

“Adinda, sejak bulan November-Desember 2009, Abang telah menyampaikan kepada saudara-saudara yang lain, bahwa nanti Presiden R.I. Tahun 2014. Adalah seorang Adam (laki-laki/Pria) yang pada tahun 2014 usianya maksimal 55 (lima puluh lima) Tahun dan beliau akan muncul dipermukaan Ibu Pertiwi pada tahun 2012. Abang juga telah mengumumkan bahwasanya Ibu Megawati, Bp.Prabowo Subianto, Abu Rizal (ARB) dan Jusuf Kalla, Wiranto, Sutiyoso tidak mungkin dapat menduduki kedudukan Presiden R.I. tahun 2014”.

Saya hanya tersenyum, rasanya sangat sulit untuk percaya pada Guru saya kali ini, karena untuk menjadi seorang Gubernur Jakarta, Jokowi sudah kerepotan buktinya pemilukada Jakarta berlanjut dua putaran, apalagi ingin menjadi presiden?

“Adinda, soalnya bukanlah pada siapa yang akan menjadi gubernur atau presiden. Karena bagi Abang dan komunitas kita yang jumlahnya kurang lebih 5 juta, tak ada kepentingan apa-apa dari proses politik seperti ini. Tidak perlu pula, rasanya kita mengarahkan kepada para saudara-saudara kita akan pilihan politik gubernur ataupun pilpres nanti.

Biarlah hal tersebut menjadi hak individu masing-masing, yang perlu Abang tegaskan, bahwa Allah Maha Berkehendak dan Maha Memutuskan, kita hanyalah alat pembuktian akan Kekuasaan Nya”!

***
Jakarta, Juli 2014. Abang apakah benar lelaki berumur hampir 55 tahun itu akan menjadi presiden? Tanya saya kembali karena penasaran.

Lelaki itu tersenyum lalu menjawab; 

 Allah Maha Kuasa! Pengaturan Tuhan akan kehidupan ini sangatlah detail dan luar biasa . ….. mau curang atau  mau jujur maka Ketentuan tersebut tidaklah akan berubah. Hanya bagi mereka yang di Takdirkan Menang akan mencapai kemenangan. Jika mereka melakukan kecurangan, maka iapun akan tetap menang, namun kemenangannya akan cacat didalam diri dan kelompoknya, yaitu kelak akan banyak masalah curang disekelingnya yang akan mengganggunya. begitupula yang Kalah melakukan kecurangan, maka ia akan kalah dan rugi serta menderita berkali-kali”.

***
Makassar, 08 Juli 2014, pukul: 18.00. Sebuah SMS saya terima; “Abang sudah memberikan kabar, ke Tim Sukses Jokowi bahwa No.2 (Bapak ;Joko Widodo dan Jusuf Kala) akan meraih suara 53% (lima puluh tiga persen)

Saya hanya tersenyum, sambil berbisik dalam hati la haula wala quwwata illa billahil aliyil adzim!



Posting Komentar

2 Komentar

  1. Anonim6:11 AM

    Mudah"an si abng dan si adinda.. berusaha lebih baik lagi untuk memperaiki iman dan islam nya.. amin ya robb.. karena apa pun bentuk dugaan atau tebakan yg buruk tanpa ada bukti apa pun itu sifat nya fitnah... atau lebih parah nya lagi ramal meramal yg timbul nya syirik... subhanallah... mereka berusaha menolak baik-buruk nya takdir atau keputusan yg Allah berikan dengan segala cara...

    BalasHapus
  2. Anonim6:12 AM

    Mudah"an si abng dan si adinda.. berusaha lebih baik lagi untuk memperaiki iman dan islam nya.. amin ya robb.. karena apa pun bentuk dugaan atau tebakan yg buruk tanpa ada bukti apa pun itu sifat nya fitnah... atau lebih parah nya lagi ramal meramal yg timbul nya syirik... subhanallah... mereka berusaha menolak baik-buruk nya takdir atau keputusan yg Allah berikan dengan segala cara...

    BalasHapus