Banggai Laut (1) : "Kabupaten Pemekaran dan Mekarnya seorang Pemimpin"

3#Jelajah Sulawesi 
Diatas Kapal Rejeki baru


Diatas kapal ‘rejeki baru’ yang membawa saya dan beberapa kawan dari Kabupaten Luwuk Banggai menuju kabupaten pemekaranya "Banggai Laut", saya terlibat renungan panjang. Terlintas sebuah dialog film yang mengisahkan kejadian di dalam sebuah kapal selam Amerika  yang kalau tidak salah berjudul 'the five seven one' . 

Film yang mengisahkan cerita saat ketegangan perang dunia kedua itu, memuat sebuah dialog yang membuat saya selalu terkenang. Saat sang kapten utama kapal selam  mangkat ditengah perjalanan dan akhirnya harus digantikan oleh seorang kapten yang lebih muda. Sang kapten baru, lantas bertanya kepada seorang awak kapal yang paling tua dalam kapal selam itu, pertanyaan sederhana namun sarat makna.

 Apakah yang tidak boleh saya lakukan sebagai seorang kapten ? 

Dengan tersenyum sang awak kapal senior menjawab. Anda boleh melakukan apa saja, memerintahkan apapun kepada seluruh anak buah dan berbuat yang menyenangkan hati anda. Hanya satu hal yang tak boleh anda lakukan.

Kapten muda itu penasaran, apa itu ?

Anda tidak boleh berkata tidak tahu, jawab sang awak kapal senior. 


Seorang pemimpin tidak boleh menyampaikan kepada orang-orang yang dipimpinya bahwa dirinya tidak tahu, karena tugas seorang pemimpin adalah memberi tahu kemana mereka harus berangkat, kemana tujuan yang akan dicapai, dan yang paling utama seorang pemimpin mesti dapat memandu  kapal mereka untuk dapat berlabuh, ungkap awak kapal senior itu.

"Kabupaten Banggai Laut"
Pemimpin adalah mereka yang diikuti, karena itulah pemimpin yang baik tidak boleh membuat pasukanya terlibat dalam kebimbangan apalagi keraguan! 

Belum lagi renungan saya selesai, sirine kapal berbunyi seolah mengucapkan selamat datang di kabupaten banggai laut!

###

Setelah tiba di pelabuhan Banggai Laut, maka tujuan selanjutnya adalah mencari tempat istirahat. Menempuh perjalanan yang lumayan menantang yakni 14  jam dari jalan darat kota palu-luwuk dan dilanjutkan 9 jam perjalanan melalui kapal penyebrangan rejeki baru telah membuat kerinduan yang besar pada kasur.

Jarak pelabuhan dengan penginapan terdekat memang tak jauh, berhubung mayoritas wilayah banggai laut  adalah lautan dan bukan daratan. Cukup dengan bentor (becak motor) dengan ongkos lima ribu rupiah, kita bisa segera berkeliling di pusat ibu kota banggai laut.

Penginapan yang akhirnya kami pilih adalah Batara, penginapan sederhana yang lumayan bersih dan memiliki kamar yang super luas dengan harga yang pas kantong, kalau tidak salah Rp.250.000 (dua ratus lima puluh ribu rupiah perkamar).
Pelabuhan dan Penginapan


Setelah beberapa jam istirahat maka agenda selanjutnya adalah bertemu Bupati Banggai laut yang memang sudah seperti kakak bagi saya dan kawan-kawan. 
Bupati muda ini, selalu punya semangat yang membuat saya kadang ikut terbakar dalam semangat besar yang dimilikinya. Demikian pula hari itu, saya merasakan semangat yang sama setelah melihat dan mendengar apa yang dilakukanya dalam kurun waktu hampir dua tahun setelah dipercaya menjadi pejabat Bupati Banggai Laut. 

Satu persatu saya menyaksikan apa yang dikerjakanya bagi kabupaten pemekaran tersebut. Dan utamanya,  saya menyaksikan mekarnya seorang pemimpin baru. Dengan mata kepala sendiri saya melihat bagaimana dia mulai melakukan percepatan pembangunan infrastruktur di banggai laut mulai dari anjungan yang akan dipakai sebagai pusat aktivitas warga, membangun sekolah baru, memperbaiki jalan, sampai rencana pembangunan bandara baru.


Muh. Hidayat Lamakarate
Bukan hanya memerintah, dirinya segera turun langsung mengawasi apa yang sudah dibuat dan direncanakan oleh para birokrat yang dipimpinya.  Namun lebih dari segala kemajuan infrastruktur yang dilakukanya , sekali lagi saya mesti mengakui hal terbesar yang dilakukanya adalah menularkan semangat dan harapan bagi rakyat banggai laut untuk dapat percaya bahwa negara hadir untuk mereka. 

Sebagaimana renungan saya tentang pelajaran sang kapten muda kapal selam tersebut, bupati muda itu  tahu dengan baik  bagaimana caranya menjadi seorang pemimpin. 


Bersambung...


Posting Komentar

0 Komentar