“Menteri susi, cermin kabinet Kerja”



sumber; Majalah kontan


Susi Pudjiastuti kini menjadi berita. Pasalnya diantara sekian menteri kabinet kerja memang susi yang punya latar belakang dan penampilan yang paling berbeda. Tidak lulus SMU, bertato, merokok, pernah menikah beberapa kali, namun punya bisnis yang menggurita.

Presiden direktur  susi air ini memang berbeda,  membaca catatan keberhasilan yang pernah diraih oleh perempuan berusia lima puluh tahun ini memang layak diberi gelar‘bukan menteri biasa’. Karena itulah susi menjadi menarik, unik dan sekali lagi layak menjadi berita, bahkan menurut hemat saya secara simbolik susi telah menjadi cermin dari kabinet kerja.

Mengapa susi layak disebut cermin kabinet kerja ? Ada dua alasan yang bisa dikemukakan. Pertama, susi memang adalah seorang dengan tipe ‘pekerja’ bukan konseptor. Dari gestur yang dinampakkannya susi selalu terlihat aktif, gaya dan sifat khas yang dimiliki oleh para pekerja yang cenderung mudah reaktif atas setiap situasi.

Kedua, jabatan posisi menteri yang dipegang susi juga adalah cermin dari fokos  misi kabinet kerja Jokowi-JK, yakni mengembalikan kejayaan laut indonesia. Karena itulah, kementerian kelautan dan perikanan yang kini dipimpin susi adalah representasi dan ikon dari kabinet kerja pemerintahan ini.

Menteri susi dan cermin kabinet Kerja

Ada satu peribahasa yang sering sekali diungkapkan ‘buruk rupa, cermin dibelah’. Karena kabinet ini bernama kabinet kerja, apalagi presiden jokowi sering mengulanginya sampai tiga kali kerja, kerja, dan kerja. Maka tantangan susi dan menteri lainya adalah mewujudkan kerja tiga kali lebih baik.

Susi mesti memastikan bahwa modernisasi transportasi laut, alat tangkap, perlindungan sumber daya kelautan, dan jaminan kesejahteraan nelayan mesti tiga kali lebih baik. Pendapatan negara dari sektor  kelautan dan perikanan harus  meningkat tiga kali lipat, dengan tetap memperhatikan  kaidah perlindungan ekologi laut tiga kali tambah baik.

Tentu saja ini merupakan sebuah tantangan besar bagi susi dan menteri kabinet kerja, untuk mewujudkan apa yang menjadi komitmen politik pemerintahan yang baru. Karena rakyat menaruh harapan besar bahwa kabinet Jokowi-JK, sebagai kabinet pekerja bukan kabinet pidato. Untuk itu, sebaiknya susi dan menteri kabinet kerja harus serius bekerja, bukan sibuk menjawab segala serangan yang ditujukan kepada dirinya.

Agar keraguan sebagaimana pepatah tadi tidak terjadi, buruk rupa cermin dibelah yang berarti kalau sampai susi tidak mampu berbuat apa-apa, jangan justru menyalahkan situasi dan segala kritik yang ditujukan kepadanya. Akan lebih baik menjawab kritik dengan kerja dibandingkan sibuk menantang mereka yang meragukannya apalagi sampai menyalahkan situasi yang kurang menguntungkan pada pemerintahan ini.

Susi dan ancaman Ikonik

Keberanian presiden jokowi memasang susi dan sejumlah kalangan professional dalam kabinetnya mesti diapresiasi. Apalagi Jokowi seolah ingin menegaskan secara  ikonik bahwa para menterinya, adalah para pemain lapangan yang paham akan medan dan gelanggang.

Namun  dengan pendekatan yang sangat pragmatis seperti ini, kabinet Jokowi-JK juga mesti menyadari sejumlah konsekuensi. Pertama, rakyat akan terus menantikan pencapaian-pencapaian yang bersifat empiris dan kasat mata. Terutama pada segala yang nampak dari pembangunan infrastruktur fisik, perbaikan atas penghasilan, dan kemudahan akan akses pelayanan serta berbagai hal yang bersifat materialistik lainya.

Tantangan bagi susi dan anggota kabinet Jokowi harus bisa memanjakan mata rakyat  terus menerus, mengelola harapan dengan ikon-ikon fisik yang merupakan representasi  langsung penerjemahan kabinet kerja yang ingin membangkitkan kekuatan maritim indonesia.

Kedua, dengan model menteri  seperti susi pemerintahan jokowi-jk harus sangat berhati-hati menjaga harapan publik. Karena jika pada akhirnya susi tidak mampu mencapai harapan-harapan material tersebut, maka berbagai ledakan bandul kekecewaan akan berlangsung hebat. Karena sejak awal keraguan akan kapasitas pribadi susi sebagai menteri sudah bermunculan.  

Ketiga, dengan nama ‘kabinet kerja’ jokowi sebenarnya telah menghidupkan kembali nama  kabinet  Soekarno di era tahun 1959. Kala itu kabinet kerja era soekarno dipimpin oleh perdana menteri  Ir H. Juanda yang memang dikenal sumbangsih pemikiranya terhadap konsep negara kepulauan indonesia.

Pertanyaan yang muncul, mampukah susi memiliki karya besar layaknya juanda? seorang negarawan yang menjadi peletak dasar hukum laut indonesia yang dikenal lewat  ‘deklarsi hukum laut juanda’ yang berhasil membuat  United Nations Convention on law of the sea (UNCLOS) kagum akan kemampuan sang perdana menteri kabinet kerja pertama tersebut.

Pesan untuk menteri Susi negara bukan perusahaan

Pesan Paul Robin Krugman, seorang ekonom Amerika Serikat dan penerima penghargaan nobel untuk bidang Ekonomi 2008 layak untuk dilihat kembali. Dalam buku tipisnya dengan judul asli  “'A Country Is Not a Company” Krugman mengigatkan ; Kelas pengusaha seakan berlomba-lomba terjun ke kancah perpolitikan nasional. Alasan yang sering mereka kemukakan adalah karena mereka pengusaha, mereka tahu cara mengelola perekonomian dan menyejahterakan rakyat.

Kritik krugmen tersebut juga merupakan sebuah peringatan pada jokowi-jk dan juga susi, serta kalangan pengusaha atau mereka yang disebut sebagai kelompok professional yang kini duduk dikabinet kerja. Bahwa negara ada bukan hanya untuk mengejar laba, namun negara mesti memastikan perlindungan kepada rakyatnya.

Mereka yang mungkin tak berdaya, tak mampu produktif juga mesti mendapatkan sentuhan tangan negara, misalnya saja  nelayan-nelayan kecil tidak mungkin  mampu diajak bersaing dengan kapal-kapal besar. Lantas apakah kita akan menggusur mereka dengan alasan tidak mampu menghasilkan laba yang besar ?


Kita tentunya berharap kerja tiga kali lebih baik oleh kabinet kerja, dengan mempercepat kebangkitan maritim yang dimiliki, mengejar laba besar demi rakyat, namun tetap membiarkan para nelayan-nelayan kecil tetap bisa hidup  karena laut tetap milik semua, sebagaimana perjuangan juanda bagi negara kepulauan. Selamat bekerja menteri susi, semoga kerjamu seperti juanda!

Posting Komentar

0 Komentar