Pledoi Untuk Abraham


Sumber Foto: Jakartapress.com
Jika ingin mencari salah dan celah manusia, jangankan Abraham Samad yang hanya seorang ketua KPK, atau Bambang Widjojanto wakil ketua KPK.  Nabi yang mulia sekalipun tak pernah lepas dari tuduhan, kesalahan, dan fitnah manusia. Sehingga tak ada celah untuk takut dan gentar, karena ‘iman kebenaran’ memang harus diperjuangkan!

Apalagi dalam rimba hukum Indonesia yang penuh intrik politik, dimana pembuktian telah berubah menjadi pembenaran. Keadilan hanya untuk pemilik kekuasaan, maka benar bisa jadi salah dan salah bisa jadi benar, tergantung kepentingan untung rugi bagi para tuan-tuan yang berkepentingan. 

Karena memang, hukum yang dibangun atas dasar kitab kebenaran kekuasaan hanya akan memilih kemana angin kekuasaan akan mengarah, bukan kemana kepentingan rakyat yang lebih besar berpihak, karena itu Bung Abraham dan Bung Bambang  "jangan gentar"!           

Gelombang ombak kekuasaan negara ini, yang ditopang oleh kepentingan para cukong dan didukung oleh sorak sorai para pemburu rente, memang terkenal ganas menghajar siapa saja, sekalipun batu karang seperti diri kalian. Bukankah ada pepatah pelaut yang ulung tidak hidup dari ombak laut yang tenang ? Demikian pula batu karang yang kokoh akan di uji oleh gelombang dan ombak besar!

Arus itu datang dan  tak kenal orang saleh, orang benar dan orang jujur, juga tak mengenal istilah sahabat apalagi sekedar teman, karena bukankah uang dan kekuasaan tak punya mata untuk melihat dan tak punya iman dan hati yang percaya ? kawan bisa jadi lawan, lawan jadi kawan, demikianlah  rimba ‘ hukum politik  dagang’ yang  berlaku di negara ini.

Bukankah jauh- jauh hari Nabi pernah berpesan “akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh penipuan,  dibenarkan orang yang berdusta, di di dustakan orang yang jujur, dipercaya orang yang khianat dan dikhianati orang yang amanah” (HR. Ibnu Majah 4042 disahihkan oleh Al Bani). 

Memang entah siapa yang khianat dan siapa yang amanah dari apa yang menimpamu dengan para sahabatmu yang kini justru bersaksi menghabisimu, tak ada yang tau pasti, karena saya bukan orang yang dekat denganmu. Namun saya  percaya apa yang menimpa dirimu  karena badik yang kau pernah hunuskan untuk para koruptor!


Kini tikus, buaya, dan mungkin saja kancil sedang merasa terancam atas tindak tandukmu yang mulai mengancam diri  mereka. Maka jangan takut Bung Abraham, saya dan banyak rakyat lainya, tidaklah terlalu bodoh untuk bisa dibodohi  agar bisa percaya apa yang dilakukan padamu dan anggota komisionar KPK yang lainya bukan upaya kriminalisasi, jelas sekali Bung ini kriminalisasi untuk menghabisi dirimu bersama  KPK!                      


Soal apakah dirimu suci dari dosa masa lalu,  itu juga omong kosong, apalagi jika membaca gerak-gerik dirimu yang menurutku senang akan kamera dan hal yang indah, itu sudah tabiat laki-laki menurutku. Soalnya adalah, apakah persoalan itu membawa konsekuensi bagi kerusakan yang luas atau tidak, siapa yang lebih besar dalam menabur kerusakan di negeri ini ?     

Korupsi adalah kejahatan, karena merusak negara, dan memiskinkan rakyat.  Selama dirimu tidak terjerat kasus yang berhubungan dengan pencurian uang negara, maka saya akan tetap percaya padamu, apalagi kita yang dibesarkan dengan kultur bugis selalu percaya kehormatan adalah hal yang lebih penting dibandingkan segala hal.

Untuk itu jagalah kehormatanmu yang juga berarti kehormatan kami dengan cara segera bongkar kasus century, BLBI, rekening gendut, dan segala janjimu untuk membersihkan berbagai kasus besar yang telah merampok dan merugikan negara serta rakyat bangsa ini.

Karena itulah modal kami rakyat biasa, untuk tetap percaya dan yakin kepada dirimu. maka ungkaplah segala kebenaran itu, kami akan tetap menyediakan jutaan pledoi untuk tetap membela dirimu bersama KPK.


Tetap tegar bung Abraham, tetap terhormat KPK.

Posting Komentar

0 Komentar