Terima kasih, Angeline...


Angeline, saya tak habis pikir orang-orang dewasa itu tega menyiksa, memperkosa, lalu dengan santai membunuh dan menguburkan jasadmu bersama ayam –ayam peliharaan mereka. Masih pantaskah mereka disebut sebagai manusia ? Setelah apa yang mereka lakukan dengan begitu keji dan kejam kepada gadis kecil sepertimu.

Angeline, keadilan Tuhan memang  sulit kita pahami dengan sekedar akal ataupun nalar. Dalam dunia ini, kita terikat kepada Moira Krataia ‘Moira yang kuasa dalam bahasa yunani’, takdir dalam bahasa agama, atau ketetapan Tuhan dalam bahasa yang diajarkan oleh guru kami.

Angeline, terima kasih telah membuka mata saya bahwa dogeng malin kundang tak selamanya berlaku di dunia ini. Ada kisahmu tentang cerita kebiadaban dari para orang tua kepada anak-anak. Tuhan, telah memilihmu menjadi layaknya seorang nabi yang mengajarkan kami tentang kisah masa lalu yang kini kembali berulang.

Angeline, taukah kau kisah itu? Cerita tentang manusia-manusia yang senang menguburkan anak-anak perempuan mereka, dalam al-Qur’an yang saya imani Tuhan telah berpesan ; “apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh” (QS. At Takwir: 8-9).

Angeline, Itulah misi Tuhan yang sedang kau bawa dalam kehadiranmu yang singkat di dunia ini. Bahwa prilaku buruk manusia memang senantiasa berulang dengan episode, lakon, dan tokoh yang sedikit berbeda, namun pesan yang sama. Pesan bahwa prilaku manusia senantiasa tidak banyak berubah, dari zaman ke zaman yakni ‘suka melampaui batas dan berlaku keji’.

Angeline, tentu dirimu sedang berbahagia kini. Tuhan telah mengambilmu kembali bersamaNya, tak ada lagi rasa cemas, takut, dan siksa manusia untukmu. Kini kau tengah dalam kasih dan cintaNya. Sebaliknya, mereka para pemeran algojo-algojo itu layaknya cerita firaun sedang dalam kecemasan, ketakutan, dan perasaan bersalah sungguh sedang menyiksa diri sendiri.

Angeline, kau adalah malaikat kecil yang di utus oleh Tuhan kepada kami sebagai peringatan bahwa kami manusia-manusia yang hidup didunia ini, memang senantiasa tak banyak berubah semenjak dahulu. Watak fir’aun atau manusia-manusia arab jahiliyah yang senang melampaui batas masih ada dalam diri kami.

Angeline, semoga pesan  Tuhan lewat kisahmu, dapat membuka mata hati kami   yang selalu abai untuk menyebarkan kasih sayang Tuhan, merawat amanah titipannya dengan baik lewat anak-anak kami. Agar tak ada lagi kisah derita sepertimu di bumi ini. Terima kasih Angeline!


Posting Komentar

0 Komentar