Bom Sarinah, Saya Takut! (Surat terbuka untuk pendukung gerakan #Kami Tidak Takut)




Sebagai sesama manusia, tentu saya turut berduka cita atas mereka yang menjadi korban dari tindakan 'brutalisme' yang dilakukan entah oleh siapa dengan alasan yang apa-apalah di sarinah kemarin. Karena tindakan menghabisi nyawa orang lain, apalagi tanpa alasan yang jelas adalah sebuah kejahatan kemanusiaan yang sungguh menakutkan.

Karena itulah saya takut, saya takut dengan bom atau tembakan tanpa alasan. Saya membayangkan, ketika saya sedang membawa putra satu-satunya yang sangat saya cintai  bermain di Timezone sebuah mall, tiba-tiba saja bom meledak.

lalu saat semua panik, berlari mencari jalan keluar bersama pengunjung yang lain seseorang menodongkan senjata ke wajah saya, tepat ketika saya sedang memeluk istri dan anak saya, tentu saya akan melawan sebagai seorang ayah dan suami,  dan tentu pula sudah hampir pasti saya mati! 

Sungguh itu hal yang sangat menakutkan,bung! Entahlah kalau kalian yang mengaku tidak takut, akan melakukan hal apa ?



Saya juga tidak bisa bayangkan, ketika para pengikut negara islam yang sebenarnya kelompok perampok minyak itu,  terus mendapatkan banyak pendukung di negeri ini ? Tentu orang-orang seperti saya yang dahulu dituduh futur (terputus) oleh anak-anak harakah, lalu dimasukan dalam kategori anak kiri, dan belakangan dibilang sebagai murid syiah akan semakin mudah darahnya dihalalkan.

Sekali lagi saya  harus bilang saya takut, apalagi kini embrio pemikiran seperti ini sudah semakin menyebar. Mereka yang dengan alasan membela agama, kini mulai menjadi pengganti ‘tuhan’ untuk mengambil nyawa orang lain atau dalam skala yang lebih kecil, dengan mudah menuduh orang lain sebagai sesat dan kafir.

Wahai bapak-ibu, kakak adik yang sangat pemberani, taukah saudara/ saudari, bagaimana para perampok itu telah merontokan enam negara arab dari suriah, irak, turki, mesir, yordania sampai libanon? Bahkan Amerika yang punya Rambo si jago tembak, dan rusia yang pernah begitu berkuasa juga tak bisa berbuat banyak melawan IS..IS

Atau bisa jadi, mas-mas IS..IS.. itu merupakan didikan si Rambo sehingga berani seperti itu ya?saya juga tidak tau, semakin takut saja membayangkanya.

Karena dari berbagai kisah Rambo yang pernah saya tonton, dia bisa menghabisi beberapa pleton tentara lawan dalam waktu dan tempo yang sesingkat-singkatnya, bayangkan jika si mas-mas IS..IS itu seperti Rambo, tiba-tiba saja menenteng senjata di jalanan, menembaki warga sipil dengan senjata ultimax 100, habislah kita semua!
Apa bapak/ibu yang wangi-wangi, Kakak adik yang lucu-lucu dan chibi-cibi, berani bilang SAYA TIDAK TAKUT?

Sebenarnya, saya cukup mengerti, apa niat dari Presiden kita dan tim kerjanya yang menyampaikan ‘kita harus melawan teror’, karena teror itu pada intinya adalah membuat ketakutan, ketika kita takut maka terornya berhasil!

Namun yang bapak presiden lupa, dan juga bapak/ibu, kakak –adik, pendukung gerakan #kami tidak takut lupa, bahwa sebenarnya persoalanya bukan pada apakah kita berani atau takut, soal terbesarnya adalah pada sistim pertahanan negara kita yang lemah.


Kelompok-kelompok garis keras itu, seolah dibiarkan bebas memperbanyak diri di negeri ini. Paham-paham sektarian yang mengajarkan jihad dengan asal-asalan, melakukan perampokan  dengan alasan fai' itu tak pernah serius untuk diberangus, bahkan mereka seolah mendapatkan dukungan plus diberi label ustadz.

Kedua, kalaupun pemerintah berdalih, Amerika, Prancis yang negara maju dengan sistim pertahanan yang moderen saja bisa ditembus, apalagi kita ? Maka saya akan jawab; saya semakin takut hidup di negeri ini, karena pemerintah tidak lagi berani memberikan jaminan akan rasa aman! Bukankah rasa aman adalah salah satu alasan mengapa pemerintah ada ?

Posting Komentar

0 Komentar