‘Kabar baik dari Wuhan’





Saya pikir,  sudah waktunya memulai sebuah #GerakanBerbagiKabarBaik, ketika Televisi, Facebook, Instagram, WhatsAap, koran, semua bercerita tentang berita buruk soal Corona. Belum lagi, di tengah bayang-bayang ketakutan dan kecemasan warga di berbagai kota, masih ada saja kelompok penyebar berita bohong yang membuat orang banyak mengalami teror ketakutan.

Saya juga sangat mendukung semangat transparansi seluas-luasnya pemerintah tentang jumlah suspek Corona, mereka yang meninggal, publikasi peta sebaran orang dalam pemantauan atau pasien dalam pengawasan.

Bagi saya semua pengumuman itu tetap perlu sebagai upaya antisipasi bagi kita semua, bahwa pandemi corona ini memang tidak main-main dan kita harus tetap mengikuti panduan pemerintah untuk tetap di rumah saja dan ‘jika mungkin’ tetap melakukan physical distance secara mandiri.

Namun, sebagai orang yang belajar Ilmu komunikasi, saya juga sadar bahwa ‘teror informasi, ketakutan yang terus disebar, akan membuat banyak orang mengalami depresi’ yang pada akhirnya menghadirkan berbagai gejolak sosial akibat kepanikan dan itu sangat berbahaya bagi kehidupan kita semua.

Oke, seperti slogan mantan wapres kita, Bapak Jusuf Kalla (JK) ‘lebih cepat lebih baik’. Maka, saya akan mulai tantangan berbagi kabar baik itu sekarang juga!

Kabar baik pertama yang akan saya ceritakan hari ini, berasal dari Provinsi Hubei China yang punya ibu kota bernama Wuhan. Ya, Wuhan tempat asal mula virus Corona itu diprediksi muncul untuk pertama kali. Provinsi Hubei secara resmi telah mencabut status lockdown bagi 60 juta warga provinsi itu yang ditutup sejak 25 Januari yang lalu.  Bahkan sejak Kamis kemarin, penduduk Provinsi Hubei China bisa mulai beraktivitas seperti biasa lagi.

Sejak delapan hari terakhir di China daratan, menurut laporan Komite Kesehatan China sudah tidak ada lagi ditemukan kasus suspek Corona. Artinya, provinsi dan negara asal Corona itu, bisa bangkit kembali pasca badai pandemi Corona yang telah menghilangkan nyawa 3.287 warga negara mereka.

Kabar baik ini, tentu saja menjadi pelajaran bagi kita semua, jika kita disiplin maka pandemi Corona ini pasti berlalu. Kini juga waktu yang tepat bagi kita putra-putri negeri ini untuk membuktikan filosofi orang tua kita masa lalu, ‘berat sama dipikul, ringan sama dijinjing’.

Artinya, peristiwa wabah Corona ini memang berat bagi kita semua, tapi jika kita bersama-sama konsisten untuk menjaga kebersihan diri, lingkungan serta jika mungkin tetap di rumah saja, maka kita akan meringankan beban para dokter, rumah sakit dan mereka yang berjuang di garda terdepan melawan wabah.

Lewat peristiwa ini, juga adalah momen terbaik bagi eksistensi jamaah kaum rebahan seperti saya untuk membuktikan diri, seperti saran Mbak Dian Sastro membantu Indonesia mengurangi potensi paparan pandemi Corona lewat di rumah saja.

Apa kabar baikmu hari ini?

Ah, sudah waktunya rebahan lagi…  


Posting Komentar

0 Komentar